Memaparkan catatan dengan label Ulusan. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Ulusan. Papar semua catatan

Khamis, 17 Julai 2014

Dunia Mahluk Halus


Dunia Seram - Pada kenyataannya banyak orang yang tertarik menelaah pada dunia mahkluk halus, barang kali mereka mendengar beberapa cerita atau membaca tulisan atau dari buku-buku.
Bagi orang yang telah mencapai ilmu sejati dalam kejawen atau mungkin yang sudah menguasai metafisika, dunia mahkluk halus itu biasa adanya, bukannya omong kosong. Dibawah ini digambarkan informasi dari dunia-dunia mereka versi kejawen,dimana ( lebih dari satu dunia ) paling tidak yang terjadi ditanah Jawa.
Banyak ahli kejawen mempunyai pendapat yang sama bahwasanya di dalam dunia yang satu dan sama ini, sebenarnya dihuni oleh tujuh macam alam kehidupan, termasuk alam yang dihuni oleh manusia.
Di dunia ini memiliki tujuh saluran kehidupan yang ditempati oleh bermacam-macam mahkluk. Mahkluk-mahkluk dari tujuh alam tersebut, pada prinsipnya mereka mengurusi alamnya masing-masing, aktivitas mereka tidak bercampur setiap alam mempunyai urusannya masing-masing. Dari tujuh alam itu hanyalah alamnya manusia yang mempunyai matahari dan penduduknya yang terdiri dari manusia, binatang dan lain-lain mempunyai badan jasmani.
Penduduk dari 6 alam yang lain mereka mempunyai badan dari cahaya (badan Cahya) atau yang secara populer dikenal sebagai mahkluk halus – wong alus – mahkluk yang tidak kelihatan.
Di 6 alam itu tidak ada hari yang terang berderang karena tidak ada matahari. Keadaannya seperti suasana malam yang cerah dibawah sinar bulan dan bintang-bintang yang terang, maka itu tidak ada sinar yang menyilaukan seperti sinar matahari atau bagaskoro (Jawa halus)

Konon Ada 2 macam mahkluk halus :
  1. Mahkluk halus asli yang memang dilahirkan – diciptakan sebagai mahkluk halus.
  2. Mahkluk halus yang berasal dari manusia yang telah meninggal. Seperti juga manusia ada yang baik dan jahat, ada yang pintar dan bodoh.
Mahkluk-mahkluk halus yang asli mereka tinggal di dunianya masing-masing, mereka mempunyai masyarakat maka itu ada mahkluk halus yang mempunyai kedudukan tinggi seperti Raja-raja, Ratu-ratu, Menteri-menteri dll, sebaliknya ada yang berpangkat rendah seperti prajurit, pegawai, pekerja dll.
Inilah kenyataannya yang bukan hanya merupakan ilusi atau bayangan semata, alam lain itu antara lain :

1. Merkayangan

Kehidupan di saluran ini hampir sama seperti kehidupan di dunia manusia, kecuali tidak adanya sinar terang seperti matahari.
Dalam dunia merkayangan mereka merokok, rokok yang sama seperti dunia manusia, membayar dengan uang yang sama, memakai macam pakaian yang sama, ada banyak mobil yang jenisnya sama di jalan-jalan, ada banyak pabrik-pabrik persis seperti di dunia manusia. Yang mengherankan adalah, mereka itu memiliki tehnologi yang lebih canggih dari manusia, kota-kotanya lebih modern ada pencakar langt, pesawat-pesawat terbang yang ultra modern dll.
Ada juga hal-hal yang mistis di dunia Merkayangan ini, kadang-kadang bila perlu ada juga manusia yang diundang oleh mereka antara lain untuk: melaksanakan pertunjukkan wayang kulit, menghadiri upacara perkimpoian, bekerja di batik, rokok dan manusia-manusia yang telah melakukan pekerjaan di dunia tersebut, mereka itu dibayar dengan uang yang syah dan berlaku seperti mata uang di dunia ini.

2. Jin-Siluman
Mahkluk halus ini konon suka tinggal didaerah yang ber air seperti di danau-danau, laut, samudera dll, masyarakat siluman diatur seperti masyarakat jaman kuno. Mereka mempunyai Raja, Ratu, Golongan Aristokrat, Pegawai-pegawai Kerajaan, pembantu-pembantu, budak-budak dll. Mereka bisa tinggal di Keraton-keraton, rumah-rumah bangsawan, rumah-rumah yang bergaya kuno dll.
Kalau orang pergi berkunjung ke Solo-Yogyakarta atau jawa Tengah, orang akan mendengar cerita tentang beberapa siluman antara lain: Kanjeng Ratu Kidul – Ratu Laut Selatan, Ratu legendaris, berkuasa dan amat cantik, yang tinggal di istananya di Laut Selatan, dengan pintu gerbangnya Parangkusumo. Parangkusumo ini terkenal sebagai tempat pertemuan antara Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul, dalam pertemuan itu, Kanjeng Ratu Kidul berjanji untuk melindungi semua raja dan kerajaan Mataram.
Beliau mempunyai seorang patih wanita yang setia dan sakti yaitu Nyai Roro Kidul, kerajaan laut selatan ini terhampar di Pantai Selatan Pulau Jawa, di beberapa tempat kerajaan ini mempunyai Adipati. Seperti layaknya disebuah negeri kuno di kerajaan laut selatan ini juga ada berbagai upacara, ritual dll dan mereka juga mempunyai angkatan perang yang kuat. Sarpo Bongso-Penguasa Rawa Pening.
Sebuah danau besar yang terletak di dekat kota Ambarawa antara Magelang dan Semarang. Sarpo Bongso ini siluman asli, yang telah tinggal di telaga itu untuk waktu yang lama bersama dengan penduduk golongan siluman. Sedangkan kanjeng Ratu Kidul bukanlah asli siluman, beberapa abad yang lalu beliau adalah seorang Gusti dikerajaan di Jawa, tetapi patihnya Nyai Roro Kidul adalah siluman asli sejak beberapa ribu tahun yang lalu.

3. Kajiman
Mereka hidup dirumah-rumah kuno di dalam masyarakat yang bergaya aristokrat, hampir sama dengan bangsa siluman tetapi mereka itu tinggal di daerah-daerah pegunungan dan tempat-tempat yang berhawa panas. Orang biasanya menyebut merak Jim.

4. Demit

Bangsa ini bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang hijau dan lebih sejuk hawanya, rumah-rumah mereka bentuknya sederhana terbuat dari kayu dan bambu, mereka itu seperti manusia hanya bentuk badannya lebih kecil.
Disamping masyarakat yang sudah teratur seperti Merkayangan, Siluman, Kajiman, dan Demit masih ada lagi dua menjelaskannya lebih detail, secara singkat kedua masyarakat itu adalah untuk mereka yang jujur, suci dan bijak. Mahkluk halus yang tidak sempurna.
Disamping tujuh macam alam permanen tersebut, ada sebuah saluran yang terjepit, dimana roh-roh dari manusia-manusia yang jahat menderita karena kesalahan yang telah mereka perbuat pada masa lalu, ketika mereka hidup sebagai manusia.
Manusia yang salah itu pasti menerima hukumaan untuk kesalahan yang dilakukannya, hukuman itu bisa dijalani pada waktu dia masih hidup di dunia atau lebih jelek pada waktu sesudah kehidupan (afterlife) diterima oleh orang-orang yang sudah melakukan: fitnah, tidak jujur, prewangan (orang yang menyediakan raganya untuk dijadikan medium oleh mahkluk halus), blackmagic, guna-guna yang membuat orang lain menderita, sakit atau mati dll, pengasihan supaya dikasihi oleh orang lain dengan cara-cara yang tidak wajar, membunuh orang, dll perbuatan yang nista.
Memuja berhala untuk menjadi kaya (pesugihan) yang dimaksud dengan berhala dalam kejawen bukanlah patung-patung batu, tetapi adalah sembilan macam mahkluk halus yang katanya, “suka menolong” manusia supaya menjadi kaya dengan kekayaan meterial yang berlimpah.
Pemujaan terhadap kesembilan mahkluk jahat itu merupakan kesalahan fatal, mereka itu bila dilihat dengan mata biasa kelihatan seperti:

  1. Jaran Penoreh – kuda yang kepalanya menoleh kebelakang
  2. Srengara Nyarap – anjing menggigit
  3. Bulus Jimbung – bulus yang besar
  4. Kandang Bubrah – kandang yang rusak
  5. Umbel Molor – ingus yang menetes
  6. Kutuk Lamur – sebangsa ikan, penglihatannya tidak terang
  7. Gemak Melung – gemak, semacam burung yang berkicau
  8. Codot Ngising – kelelawar berak
  9. Bajul Putih – buaya putih.
Bagi mereka yang telah melakukan kesalahan dengan jalan memuja atau menggunakan “jasa-jasa baik“ berhala diatas, mereka tentu akan mendapat hukuman sesudah “kematiannya“ badan dan jiwa mereka mendapat hukuman persyaratan sangkan paraning dumadi (datang dari suci, di dunia ini hidup suci dan kembali lagi ke suci)
Berbagai macam hukuman sesudah kehidupan
Ini merupakan hukuman yang teramat berat, tidak ada penderitaan yang seberat ini, maka itu setiap orang harus berusaha untuk menghindarinya.

Bagaimana caranya? mudah saja: bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan melakukan perbuatan yang baik dan benar, berkelakuan baik, jujur, suka menolong, jangan menipu, jangan mencuri, jangan membunuh, jangan menyiksa, jangan melakukan hal-hal yang jelek dan nista.
Ada pepatah Jawa yang bunyinya “Urip iku mung mampir ngombe“ artinya hidup didunia ini hanyalah untuk mampir minum, itu artinya orang hidup didunia ini hanya dalam waktu singkat maka itu berbuatlah yang pantas/”bener”.

Sumber

Selasa, 15 Julai 2014

Keajaiban Habbatus Sauda – Khasiat Makanan Sunnah Rasulullah


  

Dunia Seram - SEJAK tahun 1998, Abdul Malek Faisal Mohd. Hyffny tidak pernah cuai dalam jadual pengambilan kapsul habbatus sauda atau jintan hitam sebagai makanan tambahan setiap pagi dan malam. Jarang sekali beliau terlupa untuk memakannya.
Bekerja sebagai pengamal media membuatkan rutin hidupnya sentiasa berdepan dengan tekanan. Situasi itu secara tidak langsung menyebabkan Abdul Malek diserang hipertensi.
Justeru, Abdul Malek berikhtiar merawat kesihatan dirinya. Selain mendapatkan rawatan di hospital, beliau turut menggunakan kaedah alternatif bagi mengawal penyakit yang dihidapnya.
Dalam tempoh dua minggu mengamalkan pengambilan habbatus sauda atau nama saintifiknya Nigella sativa, Abdul Malek menyedari perubahan positif pada kesihatan dirinya.
“Saya mengambil dua biji kapsul habbatus sauda pada waktu pagi dan dua biji pada waktu petang.
“Apa yang menggembirakan, saya dapat menghidupkan salah satu daripada sunah Rasulullah SAW dalam aspek pemakanan,” ujar Abdul Malek, 46, ketika ditemui Kosmo! baru-baru ini.
Tidak lama selepas itu, beliau membuat keputusan meletak jawatan kerana mahu menimba ilmu di Syria. Berada di negara Asia Barat itu selama tiga tahun membuka peluang kepada Abdul Malek untuk mengenali tumbuhan habbatus sauda.
Di Syria, beliau mengunjungi sebuah ladang hijau yang subur dengan tumbuhan hababtus sauda di Hama.
Hama merupakan sebuah bandar di tebing Sungai Orontes yang terletak di bahagian tengah Syria atau 213 kilometer ke utara Damsyik.
Memiliki populasi kira-kira 700,000 orang, Hama merupakan bandar keempat terbesar di negara itu selepas Aleppo, Damsyik dan Homs.
Rentetan daripada itu, Abdul Malek tidak teragak-agak untuk menjalankan perniagaan memasarkan produk berasaskan habbatus sauda ke Malaysia.
Niatnya semata-mata untuk mempromosikan produk dan amalan pemakanan yang mengikut sunah Rasulullah SAW.
“Melalui kerjasama dengan seorang sahabat di Syria, saya menubuhkan syarikat M Faisal Sdn. Bhd.
“Visi kami adalah untuk meningkatkan kesedaran masyarakat tentang kebaikan produk ini di samping menjadi peneraju penghasilan produk berkenaan,” jelas Abdul Malek sambil memaklumkan bahawa perkataan M itu merujuk kepada sahabatnya, Shaikh Markhzan Jalani selaku pengarah bersama syarikat itu.
Habbatus sauda ialah sejenis tumbuhan yang berbunga secara tahunan. Asalnya ia tumbuh meliar di negara-negara sekitar Mediterranean.
Kemudian ia ditanam secara meluas di utara Afrika terutama Mesir, selatan Eropah, Syria dan Asia Tengah seperti Iran dan India.
Ketinggian khasiat tumbuhan itu diperakui oleh ramai cendekiawan silam, ratusan saintis dan pakar perubatan di seluruh dunia.
Ibnu Sina dalam bukunya The Canon of Medicine menyatakan habbatus sauda mampu merangsang tenaga serta membantu memulihkan kepenatan dan semangat.
Penyelidikan yang dilakukan oleh Universiti Carolina Selatan di Amerika Syarikat pula mendapati, ekstrak habbatus sauda memiliki khasiat antitumor tanpa kesan sampingan.
Makam Firaun
Mengikut catatan sejarah, habbatus sauda pada awalnya ditemui di dalam makam Firaun Tutankhamen. Penemuan tersebut memberi gambaran bahawa tumbuhan itu amat penting dalam kehidupan orang Mesir purba.
Walaupun kegunaan sebenarnya tidak diketahui secara tepat, ia dipercayai mampu memberi manfaat kepada raja mereka selepas mati.
Bagaimanapun, hakikatnya kegunaan habbatus sauda dalam perubatan tercetus selepas kedatangan Islam.
Imam Bukhari meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Kekallah kamu dengan habbatus sauda kerana padanya itu ada penawar bagi segala penyakit kecuali mati.”
Prof. Dr. Latiffah A. Latiff dari Fakulti Perubatan dan Sains Kesihatan, Universiti Putra Malaysia menjelaskan, tumbuhan Nigella sativa adalah salah satu anugerah Allah yang amat bernilai buat manusia.
Justeru, sebagai saintis dan pakar perubatan kesihatan awam, beliau bertanggungjawab untuk menghuraikan hakikat tersebut dengan fakta sains bagi membuktikan kebenaran sabda Nabi Muhammad.
Habbatus sauda memang menakjubkan kerana setiap butir bijirin ini terdiri daripada berjuta-juta sel yang menyerupai sel darah manusia,” ujar beliau yang menjalankan penyelidikan tentang habbatus sauda selama sedekad.
Latiffah mengakui semakin banyak kajian dilakukan, semakin banyak pendedahan baharu ditemui.
“Apa yang pasti terdapat lebih 100 bahan aktif yang terkandung dalam bijirin hitam dengan timokuinon mendominasi antara 70 hingga 80 peratus daripada jumlah keseluruhannya.
“Hasil beberapa kajian yang kami jalankan membuktikan bahawa bahan timokuinon yang diekstrak daripada habbatus sauda berupaya menurunkan paras kolesterol, glukos dalam darah dan berat badan sekali gus mengurangkan risiko penyakit sindrom metabolik dan penyakit jantung,” jelas beliau.
Lewatkan penuaan
Ujar Latiffah, kajian pada haiwan makmal yang diaruh penyakit Alzheimer atau nyanyuk dan diberi makan bahan aktif timokuinon daripada minyak habbatus sauda turut mempunyai kesan tersendiri.
“Penyelidikan itu merumuskan bahawa habbatus sauda telah menurunkan paras beta amiloid iaitu sejenis protein yang terdapat pada otak haiwan nyanyuk berbanding haiwan kawalan yang tidak menerima suplemen habbatus sauda.
“Kajian pada tisu kultur dan sel kultur pula menunjukkan bahan aktif asid linoleinik daripada ekstrak minyak habbatus sauda mampu mengurangkan pertumbuhan sel kanser payu dara secara signifikan.
“Di samping itu, pengambilan habbatus sauda sebagai makanan tambahan berupaya melambatkan proses penuaan,” terang Latiffah yang turut mengkaji keberkesanan habbatus sauda terhadap wanita menopaus dalam aspek peningkatan kualiti kehidupan seperti kecergasan mental, spiritual dan hubungan kelamin.
Tambah beliau, pengambilan habbatus sauda sebagai makanan tambahan dalam tempoh dua minggu mampu melancarkan sistem penghadaman, melawaskan pembuangan najis terutamanya bagi mereka yang mengalami sembelit, meningkatkan tenaga dan kadar kecekapan seseorang.
“Buat masa ini, saya masih mengkaji tentang persediaan habbatus sauda yang terbaik untuk diambil iaitu sama ada dalam bentuk asli, minyak atau dicampur dengan bahan lain.
“Namun, secara saintifik sukar untuk dipastikan keberkesanan makanan yang bercampur. Misalnya, mengambil habbatus sauda dengan madu.
“Kita tidak tahu yang mana satu antara kedua-duanya yang menjadi penyembuh dan memberi kesan positif kepada sesuatu keadaan,” jelas beliau.

Sumber : KOSMO

Berburu Piramida Nusantara

gunung-sadahurip--garut-_300_225


 

Dunia Seram - Mentari nyaris berada di atas ubun-ubun, saat empat mobil menepi di pinggiran Jalan Raya Soreang-Cipatik, medio Februari 2011. Siang itu, Kampung Badaraksa yang terletak di lereng bukit, kedatangan tamu.
Rombongan itu menyusuri  jalan kecil mendaki di tengah pemukiman penduduk, hendak menuju ke atas puncak Gunung Lalakon, yang terletak di Desa Jelegong, Kecamatan Kotawaringin, Kabupaten Bandung.
Dari Kampung Badaraksa yang berada di ketinggian sekitar 720 m di atas permukaan laut, mereka bergegas naik memutari bukit dari bagian selatan ke barat.
gunung-sadahurip--garut1-_300_225Sambil membawa berbagai peralatan dan beberapa gulungan besar kabel, rombongan membelah hutan gunung. Derap langkah kaki mereka seolah berkejaran dengan ritme suara jengkerik, dan tonggeret di kanan-kiri.
Tim yang terdiri dari sekelompok pemuda dan para peneliti itu, akhirnya sampai di puncak setinggi 988 meter dari permukaan laut.
Kabel direntang. Tim mulai memasang alat geolistrik yang mereka bawa. Sebanyak 56 sensor yang dipasangi altimeter (alat pengukur ketinggian) diuntai dari puncak bukit ke bawah lereng, masing-masing berjarak lima meter, dicatu oleh dua aki listrik.
Alat-alat itu berfungsi mendeteksi tingkat resistivitas batuan, dan bisa digunakan menganalisa struktur kepadatan batuan hingga ratusan meter ke bawah.  “Tujuan kami saat itu mengetahui apakah ada bangunan tersembunyi di dalam gunung,” kata Agung Bimo Sutedjo, kepada VIVAnews, di Jakarta, Selasa, 15 Februari 2011.
***
gunung-lalakon--bandung-_300_225Agung adalah Pendiri Yayasan Turangga Seta, organisasi yang punya hajat penelitian di gunung itu. Bak tokoh fiksi Indiana Jones, awak Turangga Seta memang punya kegemaran memburu jejak sejarah. Bukan atas hasrat memiliki, tapi mengungkap kegemilangan sejarah nenek moyang di masa lalu.
Komunitas itu berdiri sekitar 2004, digawangi oleh sekelompok profesional di berbagai bidang. Ada pengajar, kontraktor bangunan, pegawai negeri sipil, karyawan perusahaan swasta, juga mahasiswa. Beberapa di antara mereka punya kepekaan lebih terhadap kehadiran gaib, atau istilah keren mereka:parallel existence.
“Kami ini semua anak-anak MIT. Bukan Masachussetts Institute of Technology, tapi Menyan Institute of Technology,” kata anggota Turangga Seta Hery Trikoyo, bergurau. Sebab, dalam melakukan perburuan terhadap situs sejarah, kadang mereka mendapat sokongan informasi lokasi dari ‘informan tak kasatmata’.
Namun, karena dasarnya mereka adalah anak-anak yang mengenyam pendidikan tinggi, dorongan mereka membuktikan informasi tersebut, mengalir deras. Tak jarang para ‘arkeolog partikelir’ ini keluar malam-malam usai jam kerja, untuk menggali sebuah tempat demi membuktikan kebenaran hipotesa mereka.
Setelah mereka menemukan benda sejarah yang mereka maksud, lalu mereka menimbunnya kembali, tanpa diketahui oleh masyarakat umum. “Kami khawatir bila diketahui banyak orang, malah diambil atau dicuri,” kata Agung.
Kali ini, kedatangan mereka ke Gunung Lalakon dalam rangka membuktikan teori mereka, bahwa ada sejumlah piramid di Indonesia. Salah satu informasi awal didapatkan dari tafsiran mereka terhadap relief Candi Penataran.
Turangga Seta percaya bahwa kebudayaan Nusantara lebih tua daripada Kebudayaan Sumeria, Mesir, atau Maya. Mereka haqul yakin Indonesia memiliki situs candi atau piramida yang lebih banyak dan lebih megah dari peradaban Mesir dan Maya.
“Ada ratusan piramida di Indonesia, dan tingginya tak kalah dari piramida Giza di Mesir yang cuma 140-an meter,” kata Agung. Meski masih harus diuji secara ilmiah, pandangan Agung senada dengan teori Profesor Arysio Santos, yang menyebutkan Indonesia adalah peradaban Atlantis yang hilang. (Baca juga: Nusantara Memendam Atlantis?)
Keyakinan ini tentu saja membuat banyak orang mengernyitkan dahi.  Turangga Seta sempat mem-postkeyakinan mereka ihwal keberadaan piramida di Indonesia di sebuah forum online. lengkap dengan foto-fotonya. Hasilnya, mereka menuai cemoohan dan tertawaan. “Nanti, kalau semuanya terbukti, mereka tak bisa lagi tertawa,” kata Agung berapi-api.
***
Agung mungkin sedang sesumbar. Tapi, bisa juga tidak. Usai pengujian geolistrik di Gunung Lalakon, para peneliti yang datang bersama Agung cs. terbengong-bengong. Mereka bukan sembarang peneliti. Mereka adalah peneliti papan atas. Beberapa adalah pakar geolog ternama, yang kredibilitasnya tak diragukan. Tapi karena datang atas nama pribadi, kehadiran mereka di sana tak mau diungkap.
Setidaknya, kekaguman mereka sempat diabadikan dalam sebuah rekaman video milik tim Turangga Seta yang disaksikan VIVAnews. “Selama ini saya tidak pernah menemukan struktur subsurface seperti ini. Iniunnatural (tidak alamiah - red),” kata pakar geologi yang wajahnya sering terlihat di berbagai stasiun TV itu.
Lazimnya, sebuah lapisan tanah atau lapisan batuan akan menyebar merata secara menyamping atau horisontal. Tapi hasil uji geolistrik menyatakan terdapat semacam struktur bangunan yang memiliki bentuk seperti piramida, dan di atasnya terdapat lapisan batuan tufa dan breksi dengan pola selang-seling secara bergantian.
Pola batuan tufa dan breksi ini berulang secara melintang bukan mendatar, dengan kemiringan sama. “Seolah-olah piramida ini diuruk dan dibronjong secara sengaja, agar tak longsor,” kata Hery, yang berprofesi sebagai konsultan kontraktor bangunan.
Dalam lanjutan rekaman video berikutnya, pakar geologi tadi menunjuk sebuah bentukan berwarna biru. Dalam hasil uji geolistrik, warna biru menandakan sebuah tempat yang punya resistivitas paling rendah.  “Ini mungkin semacam rongga yang bisa berisi air atau tanah lempung,” pakar geologi itu menerangkan. Bentukan tadi menyerupai semacam pintu.
Yang jelas, pakar geologi itu melanjutkan, kemungkinan besar temuan itu adalah struktur buatan manusia, karena proses alamiah sepertinya tak mungkin menghasilkan pola batuan semacam itu. “Ini jelas man-made,” kata dia.
VIVAnews sempat mengkonfirmasi salah satu pakar geologi yang turut dalam penelitian ke Gunung Lalakon bersama tim Turangga Seta. Awalnya ia menampik, dan mengatakan tak tahu-menahu keberadaan struktur bangunan mirip piramida di bawah Gunung Lalakon. Tapi belakangan secara tersirat ia mengakui hal itu.
“Saya no comment,” kata geolog kawakan Andang Bachtiar kepada VIVAnews, Rabu, 23 Februari 2011. Lebih jauh, mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) itu mengatakan hasil analisis itu masih belum bisa menyimpulkan apa-apa. Masih banyak hal yang perlu dibuktikan, kata Andang.
Tapi Andang kemudian mengaku, selain ke Gunung Lalakon di Bandung, juga ia mendampingi tim Turangga Seta menguji bukit serupa di daerah Sukahurip, Pengatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Menurut Agung, timnya sudah melakukan pengujian geolistrik dan uji seismik di 18 titik di beberapa tempat di Indonesia. Di Bandung dan di Garut, mereka mendapat hasil kurang lebih sama. Semua serupa: indikasi adanya sebuah struktur bangunan yang mirip piramida di bawah bukit.
Bedanya, di bukit-piramida di Garut tak dijumpai adanya rongga seperti pintu, seperti halnya di Bandung. “Mungkin karena kami hanya mengujinya di salah satu bagian lereng bukit saja,” kata Hery Trikoyo.  Sayang, Turangga Seta masih menutup rapat hasil uji mereka di tempat lainnya.
***
Turangga Seta mengklaim masih ada ratusan piramida lain yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satu pentolan Turangga Seta lainnya, Timmy Hartadi, dalam laman Facebook mereka mengatakan bahwa piramida-piramida itu tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. (Lihat Infografik)
Klaim penemuan sebuah piramida tersembunyi di dalam bukit, tak hanya terjadi di Indonesia. Klaim ini juga sempat muncul di Bosnia. Pada 2006, seorang pengarang bernama Semir Osmanagic mengklaim penemuan ini, dan sempat mengatakan mereka menemukan piramida tersembunyi di bukit Visocica, kota Visoko, yang terletak di barat laut Sarajevo.
Osmanagic mengatakan penggalian piramida itu melibatkan arkeolog dari Australia, Austria, Irlandia, Skotlandia dan Slovenia. Namun, beberapa arkeolog yang disebut Osmanagic menolak klaim tersebut.
Seperti dikutip dari situs Archaeology.org, arkeolog dari Kanada yang disebut Osmanagic, Chris Mundigler mengaku tak pernah mendukung atau setuju bekerja di proyek tersebut. "Skema ini adalah sebuah kebohongan keji terhadap masyarakat awam, dan tak akan pernah mendapat tempat di dunia ilmu pengetahuan," kata pernyataan resmi dari Asosiasi Arkeolog Eropa.
Bagaimana dengan klaim piramid di Bandung dan di Garut?
gunung-sadahurip-garut--credit--turangga-seta-Secara geomorfologis, bentuk Gunung Lalakon di Bandung maupun Gunung Sadahurip di Garut memang memiliki bentuk yang mirip dengan piramida. Mereka memiliki empat sisi yang nyaris simetris.
“Bentuknya kok begitu simetris ya? Lancipnya sangat simetris,” ujar arkeolog senior Profesor Edi Sedyawati, saat dijumpai VIVAnews di kediamannya di Jakarta, Rabu, 23 Februari 2011.
Namun, kata Edi, klaim dan hasil uji geolistrik masih belum cukup untuk mendapatkan kesimpulan akhir.  Langkah selanjutnya adalah penggalian percobaan pengambilan sampel dengan memuat sebuah test bed untuk mengetahui apa benar ada indikasi lapisan-lapisan budaya dan ada bekas-bekas perbuatan manusia atau tidak.
“Tapi ini harus betul-betul penggalian arkeologi yang meminta izin kantor suaka purbakala dan melibatkan arkeolog, karena harus ada pertanggung jawaban dan laporan, dari mili ke mili (milimeter, red)," kata Edi Sedyawati.
Turangga Seta pun tengah mengusahakan izin pengambilan sampel tanah di Gunung Lalakon kepada Pemda Jawa Barat. “Kami hanya perlu menggali tanah di lokasi, selebar sekitar 3-4 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter,” kata Agung.
***
batu-tapak--gunung-paseban--di-dekat-gunung-lalakon-bandungGunung Lalakon dikelilingi beberapa bukit lain seperti bukit Paseban, Pancir, Paninjoan, Pasir Malang. Di bukit Paseban ada tiga buah batu, yang dua di antaranya terdapat telapak kaki manusia dewasa, dan telapak kaki anak-anak.
Menurut Edi, bila benar batu telapak itu peninggalan sejarah, kemungkinan ini berasal dari zaman megalitikum. Batu telapak juga sudah dijumpai di tempat lain, seperti prasasti Ciaruteun, peninggalan Raja Purnawarman dari kerajaan Tarumanegara. “Cap telapak kaki biasanya diabadikan sebagai monumen mengenang pemimpin suatu daerah,” kata Edi.
Cap kaki juga erat kaitannya dengan konsep Triwikrama atau tiga langkah yang berkembang di masa itu. Saat itu, mereka percaya bila seseorang hendak naik ke dunia dewa-dewa, mereka harus menjejak dengan keras agar dapat melompat tinggi sekali.
Sementara itu, di Gunung Lalakon  juga terdapat beberapa situs batuan, seperti Batu Lawang, Batu Pabiasan, Batu Warung, Batu Pupuk, Batu Renges, Batu gajah, dan sebuah batu panjang yang terletak di atas puncak.
Menurut Abah Acu, tokoh masyarakat Kampung Badaraksa, secara filosofis, Gunung Lalakon adalah perlambang sebuah lakon dari kehidupan manusia. Batu-batu tadi merepresentasikan berbagai lakon atau profesi yang dipilih oleh manusia.
Namun, keberadaan batu-batu tadi kerap disalahgunakan. Banyak orang datang ke tempat batu di Gunung Lalakon mencari pesugihan. Bahkan, menurut Jujun, tokoh agama Islam di tempat itu, dulu banyak orang datang ke Batu Gajah mencari ilham judi buntut. “Banyak pula yang berhasil menang,” kata Jujun.
Jujun menerangkan, di Gunung Lalakon secara rutin juga digelar acara ritual tolak bala, yakni dengan membuat nasi tumpeng kemudian dibagikan dan dimakan oleh penduduk. “Acara ini diadakan setiap tahun, biasanya setiap tanggal 1 Syuro.”
Berbeda dengan tradisi di Gunung Lalakon, masyarakat di sekitar Gunung Sadahurip relatif lebih ‘modern’. Menurut Nanang, warga Kampung Cicapar Pasir, kampung terdekat Gunung Sadahurip, di sana tak ada tradisi tolak bala. Masyarakat sekitar juga tak terlalu peduli dengan mitos gunung itu di masa lalu.
***
Pakar sejarah dari Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Nina Herlina Lubis, mengatakan di Tatar Sunda yang meliputi Jawa Barat, Banten, DKI, dan sebagian Provinsi Jawa Tengah, terutama dataran tinggi seperti Banten Selatan, Cianjur, Sukabumi, Bandung, Garut, Kuningan, dan Bogor, banyak ditemukan peninggalan budaya megalitikum. Tinggalan-tinggalan itu di antaranya berupa  batu menhir, bangunan berundak, batu lumpang, peti kubur batu, batu dakon, dan arca megalitik.
Namun, Nina menjelaskan, sejarah di Tatar Sunda tak mengenal bangunan piramida karena tak ada kebiasaan di Tatar Sunda membuat bangunan piramida dengan ketinggian hampir ratusan meter sebagai tempat suci. “Tempat suci di Tatar Sunda ini seringkali disebut multi-component sites atau situs berkelanjutan,” kata Nina melalui surat elektronik kepada VIVAnews.
Bila pada masa prasejarah tempat suci itu dikenal sebagai punden berundak-undak, tempat pemujaan leluhur, maka ketika budaya Hindu Budha (yang hidup pada masa Kerajaan Tarumanegara dan Kerajaan Sunda), tempat suci itu terus dipergunakan.
Hanya saja menhir dijadikan sebagai lingga, lalu bangunan berundak itupun diwujudkan dengan gunung yang di atasnya dibangun lingga. Saat Kerajaan Sunda runtuh, maka lingga pun diganti dengan nisan bagi makam tokoh yang dianggap keramat.
Saat diberitahu di bukit-piramida Bandung maupun Garut ada makam yang dikeramatkan, serta adanya keluarga keturunan Syekh Abdul Muhyi, penyebar agama Islam di kawasan Priangan Timur, yang hidup dua abad setelah Kerajaan Sunda runtuh, Nina berusaha membuat konklusi dan analisa.
“Saya menduga bahwa bukit berbentuk piramida ini, adalah mandala (daerah pertapaan berupa dusun mandiri yang terletak di tempat terpencil), yang sudah tercampur dengan budaya yang datang kemudian (yaitu Hindu-Budha-Islam),” ujar Nina.
Namun untuk mengungkap apa sesungguhnya yang tersembunyi di balik bukit berbentuk piramid itu, kata Nina, para geolog harus bekerjasama dengan para arkeolog untuk melakukan ekskavasi (penyingkapan).
***
Cerita soal penemuan bukit berstruktur piramida ini rupanya telah sampai pula ke Istana Presiden. Seorang pejabat di lingkaran presiden, kepada VIVAnews mengaku telah dilaporkan ihwal riset itu. Untuk keterangan soal ini, dia minta tak disebutkan namanya, menimbang riset yang belum rampung.
“Ya, saya sudah lihat analisis geolistrik dan georadar-nya. Saya menyaksikannya dalam bentuk tiga dimensi. Menakjubkan, dan masih misterius. Tim riset itu dipimpin oleh para geolog terpercaya,” ujar si pejabat itu lagi, Rabu pekan lalu.
Tapi, pejabat itu tak mau menjelaskan detil penemuan. Sang geolog, ujarnya, belum mau diungkapkan ke publik. “Masih didalami oleh tim riset mereka, tetapi dari hasil yang ada, memang mencengangkan,” ujarnya.
Dia melukiskan, dari hasil geolisitrik tampak struktur berbentuk piramida di dalam bukit itu. Ada undak-undakan, mirip tangga menuju puncak piramida. Di bagian dasar, ada semacam pintu, dan tampak juga sesuatu yang mirip lorong di dalamnya.
Dia menambahkan, para ahli itu percaya ada semacam struktur geologis tak biasa di dalam gunung menyerupai piramida itu. Para ahli geologi itu, kata si pejabat istana, mempertaruhkan kredibilitas keilmuan mereka. “Kita tunggu saja. Kalau riset dan pembuktian ilmiah sudah lengkap, pasti akan dibuka ke masyarakat”.
Mungkin inilah masa penantian yang cukup menegangkan. Adakah bukit piramida ini sekadar dongeng ala piramida Bosnia yang berulang, atau memang suatu pengungkapan gemilang tentang adanya suatu peradaban besar di Nusantara yang belum pernah terungkap?
Sumber: vivanews.com
http://arkeologi.web.id/articles/arkeologi-prasejarah/1610-berburu-piramida-nusantara

Ahad, 27 April 2014

Ilmu Pemikat, Semakin Sayang Semakin Dekat

ilmu pemikat

Ilmu Hikmah itu bersumber dari orang-orang yang mengkaji, mendalami dan mencari rahasia ayat ayat suci Al Qur’an. Inilah salah satu ayat sakti yang menyimpan karomah pengasihan dan pemikat.

Salah satu ilmu pengasih dengan corak Islami adalah apa yang disebut dengan nama Ayat Pemikat. Ilmu ini termasuk ke dalam golongan ilmu pengasih tingkat tinggi yang daya spiritualnya tidak diragukan lagi. Apa yang disebut sebagai Ayat Pemikat adalah salah satu ayat dalam Al Qur’an yang termaktub dalam surat Taha ayat 39.Ada suatu sejarah yang melatarbelakangi mengapa ayat 39 dalam surat Taha tersebut oleh Ahli Hikmah dijadikan sebagai amalan atau mantera ilmu pengasih.
Alkisah, pada suatu hari seorang ahli nujum datang menghadap Fir’aun untuk menafsirkan makna mimpi sang raja. Menurut perhitungan si ahli nujum, tak lama lagi bakal lahir seorang bayi dari bangsa Israil yang kelak akan menjadi musuh dan menjatuhkan kekuasaannya. Fir’aun berang mendengar arti tafsir mimpinya itu. Dia pun memberikan perintah agar membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir dari kalangan bangsa Israil. Dan berita ini dengan cepat menyebar di kalangan rakyat Mesir.
Pasangan suami isteri Imran dan Yukabad begitu cemas setelah mendengar berita tersebut. Terlebih lagi setelah Yukabad, ibunda  Nabi Musa, mengetahui bahwa anaknya yang lahir adalah laki-laki. Pasangan suami isteri ini pun sangat panik. Jika tak segera disembunyikan anak itu tentulah akan dibunuh oleh kaki tangan Fir’aun. Yukabad sangat sayang pada bayinya yang molek, sehat dan lucu itu.
Meski Imran suaminya menyarankan agar bayi itu dipasrahkan saja kepada Fir’aun daripada mereka celaka, namun Yukabad tak menghendakinya. Dia tak rela bayinya sampai dibunuh. Tapi masalahnya, untuk menyembunyikannya terus menerus juga tak mungkin. Di tengah kegalauan, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan ilham kepada Yukabad untuk membuat peti tahan air, lalu menghanyutkan Musa di dalam peti itu di sungai Nil. Kakak perempuan Musa diperintahkan mengikuti kemana peti itu hanyut dan oleh siapakah bayi Musa nanti ditemukan.

Atas kehendak Allah, ternyata peti itu ditemukan oleh putri kesayangan Fir’aun yang kala itu sedang mandi di sungai Nil. Peti pun dibuka. Setelah tahu isinya bayi, sang putri memerintahkan dayang-dayangnya untuk membawa bayi mungil nan lucu dan tampan itu ke hadapan ibunda Ratu, yaitu istri Fir’aun yang bernama Asiah. Istri Fir’aun sangat senang melihat bayi itu. Dia pun ingin mengangkatnya sebagai anak. Maka, diutarakannyalah niat ini kepada Fir’aun. Mula-mula Fir’aun bersikeras menolak, namun atas bujukan isteri yang sangat disayanginya, akhirnya dia pun terpaksa setuju.

Allah telah memberikan Musa kepada musuhnya. Subhanallah! Dan Musa tidak dibunuhnya, malah dipeliharanya dengan penuh cinta kasih hingga Musa kecil tumbuh menjadi besar dan dewasa.
Sebelum Musa hidup dan tumbuh kembang di istana Fir’aun, ternyata Allah telah melimpahkan terlebih dahulu kepada Musa kecil dengan “kasih sayang”. Itulah yang membuat Musa begitu dikasihi oleh Fir’aun. Begitu melihat Musa muncul perasaan welas asih. Nah, inilah yang kemudian oleh orang sekarang disebut sebagai ilmu pengasihan.

Rahasianya terletak pada potongan ayat yang berbunyi:

“WA ALQOITU ‘ALAIKA MAHABBATAN MINNII WALITUSHNA’A ‘ALA ‘AINI”

Artinya: Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dariKu dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasanKu (QS. Taha 20 : 39).

Menurut Ulama Hikmah, jika ayat tersebut diamalkan dengan istiqomah, seseorang akan mempunyai daya tarik dan daya pikat luar biasa di dalam dirinya.

Agar Pembaca Misteri tidak penasaran, Ustad Saipudin akan beberkan urutan tata cara ritualnya. Berikut uraian lengkapnya:

• Puasa 3 hari pada saat purnama, yaitu tgl 13, 14 dan 15 menurut kalender Hijriyah. Niatnya; nawaitu souma godin li qodo’i hajatii sunnatan Lillahi Ta’ala.
• Selama puasa, ayat di atas dibaca 40 kali setiap sesudah shalat fardhu. Bila puasa usai, cukup dirapal 7 kali saja.
• Selama puasa, malamnya dirikan shalat Hajat 2 rakaat dan amalkan ayat tersebut sebanyak 313 kali.

Setelah menjalankan ritual tersebut, Insya Allah daya karomah ayat sakti tersebut sudah menyatu dengan diri Anda.

Ayat Pemikat ini tidak hanya berfungsi sebagai pengasihan untuk memikat lawan jenis. Karomahnya juga ampuh untuk melancarkan perdagangan, menagih utang, bisnis, juga agar disayang suami/isteri, termasuk dipercaya dan disayangi atasan.

Power gaib ilmu ini juga bisa ditingkatkan sampai level setinggi mungkin. Caranya, dengan tekun menjalankan shalat 5 waktu, tidak boleh ada yang tinggal, kecuali bagi wanita yang sedang menstruasi.

Di samping itu, siapapun yang berniat mengamalkan ayat ini harus menjauhi apa yang dilarang oleh Allah. Kalau kita lulus menghadapi semua ujian tersebut, maka sudah pasti akan naik tingkatannya. Nah, salah satu ujian yang paling nyata biasanya Anda yang pria akan dihadapkan dengan wanita yang cantik dan dia memberikan banyak peluang kepada Anda. Bila Anda lulus dengan tidak melakukan perzinahan, maka power ilmu ini akan semakin bertambah kuat dan dahsyat.

Sumber: www.facebook.com/saipudinhikmah

Selasa, 8 April 2014

Ulasan Buku: Membaca Cerita Hantu

Assalamualaikum. 

Hari ini tiada idea untuk menulis. Jadi, saya kongsikan ulasan buku ini yang pernah disiarkan di Mingguan Malaysia dengan tajuk Kisah Hantu yang Bukan Hantu. Ulasan buku yang pernah disiarkan di Mingguan Malaysia telah pun disunting oleh editor yang barangkali ruangnya yang terhad yang menyebabkan hanya sebahagian sahaja dapat disiarkan. Ini merupakan ulasan buku penuh saya. 

Ulasan buku ini merupakan ulasan buku pertama yang pernah saya tulis sewaktu saya berjinak-jinak membuat ulasan buku. Saya tidak akan mengulas sesebuah buku itu jika buku itu tidak ada sesuatu. Jadi, saya berasakan penulis ini sangat hebat dengan hasil karyanya ini. Tidak rugi membeli dan membacanya, sebaliknya amat rugi jika kalian tidak membeli apatah lagi tidak membacanya. 


Kump. Cerpen Gunting
Judul: Gunting
Pengarang: MARSLI N.O
Penerbit: INSTITUT TERJEMAHAN DAN BUKU MALAYSIA (ITBM)
Harga: RM 20.00
Tahun : 2012
Tebal: 109


Membaca Cerita Hantu

Hantu sememangnya menjadi suatu makhluk atau entiti yang sering digeruni mahupun ditakuti oleh masyarakat Melayu. Entiti ini dikatakan tidak wujud dalam bentuk susuk tubuh yang mampu dilihat oleh mata kasar. Sifatnya yang sering digembar-gemburkan mempamerkan wajah yang hodoh, bergigi taring dan tidak terurus itu menguatkan lagi bahawa makhluk hantu ini tidak disukai oleh masyarakat apatah lagi untuk dijadikan sebagai teman. 
Sebaliknya, individu bernama Marsli N.O atau nama sebenarnya Ramli Selamat seorang penulis yang didakwa bersuara lantang ini menjadikan hantu sebagai subjek cerita dalam kumpulan cerpen terbaharunya, Gunting. Sebelum ini Marsli N.O pernah muncul dengan kumpulan cerpennya seperti Biduan (DBP, 1994), Penipu (1997), Politikus, Badut & Sebuah Cermin (1997), Demi (DBP, 1998), Menanti Buraq (DBP, 2008) dan Masihkah Aku Bermimpi (2012). Selain kumpulan cerpen, Marsli N.O juga pernah muncul dengan kumpulan puisi dan novel.
Benarkah hantu yang didakwa dalam sejumlah cerpen dalam kumpulan ini benar-benar hantu? suatu makhluk yang ditakuti itu atau penulis memberi sifat hantu itu kepada manusia atau merujuki sifat manusia itu sama seperti sifat yang dimiliki hantu? Persoalan-persoalan ini menarik untuk diperhatikan kerana setiap penulis mempunyai langgam penceritaannya yang berbeza. Adakalanya, “Aku” dalam kumpulan cerpen ini dilihat bukanlah mewakili suara penulisnya, sebaliknya, dialog hantu itulah barangkali.
Kumpulan cerpen ini memuatkan 12 buah cerpen yang diterbitkan oleh Institut Terjemahan dan Buku Malaysia (ITBM) pada tahun 2012. Cerpen yang termuat dalam kumpulan ini seperti Bintang, Tamparlah Mukaku, Menternak Hantu, Peminat Hantu, Penggembala Hantu, Mencari Merdeka, Gunting, Mimpi Warga Pulau, Hantu atau Penyair, Peah dan Kisah-kisah Lain, Kisah-kisah di Negeri Angin, Keranamu, Sinta dan Syawal nan Lucu. Cerpen-cerpen ini ditulis dalam lingkungan tahun 2000 hingga 2011. Hanya cerpen Mimpi Warga Pulau ditulis pada tahun1989 dan Keranamu, Sinta, 1990 seperti yang dicatat di akhir cerpen tersebut.   
Perhatikan daripada sejumlah cerpen yang termuat dalam kumpulan ini mengambil subjek hantu sebagai judulnya. Betapa penulis menjelmakan hantu itu sebagai makhluk yang memegang watak untuk menggerakkan cerita, sebagai makhluk yang diajak berdialog mahupun makhluk yang dipercakapkan akan tentangnya.
Cerpen Menternak Hantu memberi gambaran akan keterbalikkan sifat manusia yang normal. Selalunya, manusia hanya menternak, itik, kambing, ayam, mahupun lembu. Sebaliknya, dalam cerpen Menternak Hantu penulis memberitahu bahawa sekarang ini orang boleh sahaja menternak apa-apa yang disukai. Menerusi cerpen ini, pembaca dibawa untuk melawat “Ladang Menternak Hantu” yang diusahakan oleh rakannya. Benarkah yang diternak itu hantu? Rakan penulis memberitahu bahawa hantu yang diternak itu untuk tujuan dijual atau disewakan kepada sesiapa yang berminat untuk mendapatkan khidmat hantu-hantu itu. Hantu-hantu itu pula akan mengabdikan diri kepada tuan baharunya iaitu kebanyakannya orang yang membelinya adalah terdiri daripada orang kaya dan ahli politik serta persatuan penulis.
Jika orang kaya membeli hantu itu untuk menjaga keselamatan keluarga serta harta benda mereka, sebaliknya persatuan penulis membeli hantu untuk mengganggu atau pergi mengerkah musuh sesama penulisnya. Sementara ahli politik membeli hantu untuk menjaga kedudukan mereka supaya tidak ada yang berani mengganggu kedudukan mereka serta menakutkan musuh-musuh mereka.
Seperti yang didakwa, hantu-hantu ini tidak memakan darah, najis lembu tetapi hantu-hantu ini suka akan kertas surat khabar dan majalah. Oleh itu, tuannya akan membeli surat khabar tidak kira surat khabar dalam bahasa Cina, Tamil, Siam ataupun orang putih untuk diberi hantu ternakannya itu makan. Jadi, jangan hairan. Memetik kata-kata penulis, “Dalam keadaan dunia seperti sekarang ini, mana ada yang peliknya? Bukan setakat hantu, kuman dan virus pun orang boleh ternak. Kau ini memang tak ikut perkembangan dunia langsung. Benda macam ini pun kauboleh rasa pelik. Heh, kawan! Untuk pengetahuan kau. Lagi banyak benda pelik dalam dunia pun ada. Apa hendak dihairankan?”
Ada sesiapa pembaca yang berhasrat untuk menjadikan hantu sebagai teman? Tidak pun sekadar menjadi peminat hantu? Dalam cerpen Peminat Hantu, penulis menceritakan penulis sering ke acara seperti acara sastera secara bersendirian. Dalam acara sebeginilah pelbagai kalangan manusia dan gelagat yang dapat diperhatikan. Sekiranya bertuah, akan bertemulah dengan rakan lama mahupun baharu. Perhatikan dialog sapaan ini.
“Apa khabar? Kamu kelihatan semakin gemuk.
“Apa khabar? Wah, kamu sudah berminat bercerita mengenai hantu ya?”
“Apa khabar? Sajakmu mengenai bayang lagi.
Walau sesiapapun anda kata peminat hantu, “Seorang sasterawan itu mesti berpendirian teguh. Tetapi, kalau sekali ke timur dan sekali ke barat, samalah sikapnya itu seperti hantu. Kerana kakinya tidak menjejaki bumi. Apa gunanya menjadi sasterawan, kononnya manusia yang penuh dengan idealisme dan kejujuran? Kalau pendiriannya dalam sekelip mata boleh berubah, semata-mata kerana mahu mendapatkan sesuatu daripada pihak lain? Atau, berubah menyokong faham atau aliran lain kerana mahu mencari populariti?”
Apa bezanya penternak, peminat dengan penggembala hantu? Saya kira cerpen Penggembala Hantu merupakan sekual kepada cerpen Menternak Hantu. Menjadi penternak hantu pendapatannya lebih lumayan berbanding penggembala hantu. Penggembala boleh saja tidak menjadi tuan kepada subjek belaannya itu sebaliknya mengambil upah untuk menjaganya. Benarkah hantu itu suatu komoditi yang boleh diperdagangkan untuk menafkahi hidup? Ternyata penternak hantu telah menyatakan terang-terangan bahawa, “Sebenarnya kuakui silapku. Hantu bukanlah boleh dibuat sahabat atau apa pun. Begitu berada berhampiran kita, lama kelamaan kita pun cuba hendak dikerkahnya serta mahu diajaknya sama menjadi hantu. Kerana itu jugalah perniagaanku lingkup. Kaubayangkanlah. Kalau sampai pada satu tahap hantu-hantu itu berani menyamar menjadi diriku dan meniru apa sahaja perbuatanku, tidaklah itu sesuatu yang amat keterlaluan?”
Hantu boleh saja menyerupa sesiapa sahaja hingga wajah yang diserupai itu tidak mengetahuinya melainkan orang yang terlihatkan wajah itu memberitahunya. Itulah sifat hantu yang sukar dimaafkan. Cerpen Hantu atau Penyair, telah mendedahkan bahawa hantu-hantu itu boleh menyerupai sesiapa sahaja termasuklah menyerupai penyair. Hantu yang sering disebut hantu ini dikatakan terlibat dalam kemalangan jalan raya dan jasadnya hancur tidak berbentuk dan rohnya terbang ke mana-mana. Hantu ini telah menyerupai penyair lalu hadir ke sebuah hotel untuk menerima hadiah. Namun tidak semua penyair menyerupai hantu. Perjuangan mereka dalam dunia sastera ini ikhlas dan tidak mengharapkan sebarang sanjungan murahan, tidak seperti hantu yang menyerupai penyair itu setelah hantu itu memilih untuk menyusup masuk semangatnya ke dalam batang jasad seorang manusia semata-mata untuk merealisasikan cita-citanya hendak menjadi penyair.
Cerpen Gunting yang menjuduli kumpulan ini, memberi amaran bahawa “Gunting yang kukirimkan itu sebenarnya isyarat supaya kautunaikan segala janji terhadap sekalian bawahan. tetapi, kau kelihatannya tetap asyik membesarkan tembolokmu sendiri.” Makanya, seseorang yang tidak pernah menunaikan janjinya, lidahnya perlulah dipotong dengan sebilah gunting. Jadi jangan persoalkan kepada siapa gunting itu akan diberi dan siapa pula yang akan ditugaskan untuk memotong lidah itu? Sebaliknya, jika tidak pernah hendak menunai janji, jangan suka menabur janji. Janji hanya untuk orang yang tahu menunaikannya.

Menerusi kumpulan cerpen Gunting ini, Marsli N.O memberitahu bahawa cerpen yang dihasilkan bukan sahaja hasil cetusan kreativiti dan imaginasinya semata, bahkan cerita itu boleh saja hidup dalam dunia realiti mahupun cerpen itu terhasil daripada subjek realiti lalu diterjemahkan dalam bentuk fiksyen. Di tangan Marsli N.O, sesuatu kenyataan yang benar tidak harus diselindungkan dengan memakai topeng kepura-puraan semata untuk meraih pujian dan sanjungan. Kebenaran yang jelas lagi terang harus didedahkan dan dipertontonkan kepada khalayak agar perbuatan menconteng kebiadapan terhadap keikhlasan dan kesucian dalam berkarya tidak terlepas bebas sewenang-wenangnya. Prakata dalam kumpulan cerpen ini, Marsli N.O telah menyatakan secara terang-terangan bahawa, penulis rindukan kebenaran. Betapapun relatif dan subjektif.


Sumber