Memaparkan catatan dengan label Alam. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Alam. Papar semua catatan

Selasa, 19 Mei 2015

PANDANGAN ULAMA MISTERI MAKHLUK ASING DAN UFO




JAKARTA - Kemunculan fenomena aneh seperti Piring Terbang atau benda tak dikenal yang populer disebut UFO (Unidentified Flying Objects) memang sangat menghebohkan umat manusia di banyak negara.

Minggu 23 Januari 2011, giliran warga Sleman, Yogyakarta, dihebohkan dengan adanya pola-pola lingkaran teratur di sawah. Sebenarnya, pola seperti itu sudah banyak dijumpai di luar negeri, terutama di Inggris, yang dikenal sebagai crop circle, lingkaran di lahan pertanian.

Ada yang memercayainya sebagai bukti kehadiran UFO, namun sebagian lagi justru menyaksikannya. Crop circle hanyalah karjaan orang kreatif. Lalu bagaimana pandangan ulama terhadap misteri ini?  "Kalau soal UFO atau alien, kami tak paham," ungkap Ketua MUI Bidang Fatwa Ma`ruf Amin kepada okezone, Selasa (25/1/2011).

Kendati demikian, dalam ajaran Islam memang ada informasi soal kehidupan di luar manusia. Namun apakah mahluk tersebut termasuk UFO atau alien, Ma`ruf Amin kembali mengatakan dirinya tidak memiliki kapasitas untuk menjelaskannya lebih jauh.

"Ada mahluk di luar manusia, di luar bumi atau bisa disebut di langit. Mengenai mahluk ini jelas disebutkan dalam Alquran," paparnya. Saat ditanya golongan dari mahluk tersebut, dia mengungkapkan bisa dimaknai sebagai malaikat, jin, dan sebagainya. "Tapi kalau UFO, saya tak paham," terangnya.

Menurut dia, tidak ada kehidupan manusia selain di bumi jika melihat keterangan dari Alquran. Ma`ruf Amin menambahkan, meski berlainan alam, manusia dan mahluk lain itu seperti jin bisa terjalin komunikasi. "Ada orang tertentu yang berkomunikasi bahkan meminta bantuan kepada jin, tapi ini dilarang oleh agama," imbuhnya.

Dalam Alquran Surat Al-Baqarah (2:117): "Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” Lalu jadilah ia". Kemudian Surat Asy-Syuura (42:29): "Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya".

Kedua ayat suci dalam Al Quran ini menegaskan bahwa langit dan bumi adalah ciptaan Allah dan di keduanya, baik di langit dan bumi oleh Allah juga diciptakan makhluk-makhluk melata (makhluk yang berjalan di permukaan tanah) dan menghuni baik di langit (bintang/planet lain) maupun di bumi.

Sebelumnya, warga Dusun Kracakan dihebohkan dengan pemandangan aneh di lokasi persawahan dusun setempat. Pemandangan aneh itu berupa robohnya batang padi yang membentuk beberapa lingkaran besar dan kecil. Anehnya, lingkaran batang padi yang roboh tersebut seperti tulisan kaligrafi. Sedangkan besarnya lingkaran diperkirakan antara 15-20 meter. Bahkan, ada yang menduga pemandangan aneh itu merupakan bekas pendaratan pesawat UFO dari planet lain.

Profesor peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin menilai pola tersebut sebagai bentuk rekayasa dari orang-orang ahli.“Saya menduga itu hasil rekayasa tangan-tangan kreatif. Di banyak negara terbukti crop circle adalah hasil rekayasa kreatif manusia,” kata Thomas.

Dia menjelaskan, meskipun lokasi “pendaratan UFO” berada di bawah kabel listrik tegangan tinggi (Sutet) tidak akan mempengaruhi pola. “Pola geometris di Sleman bukan juga disebabkan oleh puting beliung atau pengaruh elektromagnetik dari SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi milik PLN). Puting beliung tidak akan menghasilkan pola yang rapih. Sutet pun tidak akan memberi dampak pola geometris, karena tanaman padi tidak terpengaruh oleh medan listrik atau medan magnet dari jaringan listrik itu,” jelasnya.

Sumber - http://dihatikuadaislam.blogspot.com

MISTERI HIGHLAND TOWER (Malaysia)



Gambar Entiti Paranormal Dirakamkan Di Highland Towers (Mesti Baca) ketahui lebih lanjut di http://penyingkapfakta666.blogspot.com/

Kisahnya di sini.

Team Penyingkap Fakta 666 telah berjaya merakam gambar satu gambar yang ekslusif untuk dikongsi bersama AIM. Gambar tersebut dirakam menggunakan camera Canon Power Shot G12.



Gambar berikut dirakamkan di antara jam 2.32 dan 2.34 pagi, lazimnya kehadiran orbs dianggap sebagai isyarat jelas kewujudan entiti paranormal lain.







Salah seorang daripada mereka yang bernama Rahmat Mokhtar menjerit ...
"Huh! Tengok bacaan IR Thermometer jadi gila!"



Suhu asas, kira-kira 80°F menurun secara mendadak. Perhatikan bacaan pada skrin Infrared, IR Thermometer, dipegang oleh mereka.

Untuk rekod, pengkaji paranormal percaya, jika suhu naik atau turun secara mendadak dengan julat plus minus 10°F, itu isyarat jelas kewujudan entiti paranormal di kawasan sekitar.

Mari kita teliti gambar dirakamkan oleh team ini.



Gambar sama di paparkan dalam bentuk night vision dan heat sensor mode.



Ketika rakaman dibuat, tiada sebarang objek kapal terbang melintas di ruang udara di atas blok kami tinjau. Lebih ganjil, entiti berwarna putih itu kelihatan 'dibasahi' warna merah di bahagian kelihatan seperti kepala, hujung kanan.

Untuk rekod, antara 48 mangsa terkorban dalam tragedi 11 Disember 1993, bayi berusia 6 bulan dan warga emas, 76 tahun. Kru 666 tidak berhasrat membuat sebarang spekulasi berhubung identiti entiti terbabit tetapi kepada pembaca beragama Islam untuk menyedekahkan bacaan Al-Fatihah kepada semua mangsa beragama sama maut dalam kejadian ngeri itu.

Al-Fatihah.

 Sumber:  Klik di sini.

Khamis, 14 Mei 2015

Kisah lima perkara aneh



Kisah lima perkara aneh

Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang mahsyur.  Suatu ketika dia pernah berkata ayahku  menceritakan bahawa antara Nabi-Nabi yang bukan Rasul ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.
Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi “ esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat. Engkau dikehendaki  berbuat :
Pertama  :  apa yang engkau lihat (hadapi) maka makanlah.
Kedua     : Engkau sembunyikan
Ketiga     : Engkau terimalah
Keempat : Jangan Engkau putuskan harapan
Kelima     : Larilah Engkau daripadanya.”


Pada keesokan harinya Nabi itupun kaluarlah dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama yang dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu kebingungan sambil berkata “ aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan.” Maka nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya.  Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti. Maka nabi itu pun mengambilnya lalu di suapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur ‘Alhamdulillah’.
Kemudian nabi itupun meneruskan perjalanannya dan bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan.  Lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang dan ditanamkan mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu terkeluar semula. Nabi itu pun menanamkannya semula  sehingga tiga kali berturut-turut. Maka berkatalah Nabi itu, “ Aku telah melaksanakan perintahMu”. Lalu dia pun meneruskan  perjalanannya tanpa disedari oleh Nabi itu yang mangkuk itu terkeluar semula dari tempat ia ditanam.
Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia ternampak seekor burung helang sedang mengejar burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata , “ Wahai Nabi Allah tolonglah aku.” Mendengar rayuan itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihat keadaan itu, lantas burung helang datang menghampiri Nabi lalu berkata. “ Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku menegjar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku.” Nabi itu teringatkan pesanan arahan dalam mimpinya yang keempat, iaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pahanya dan diberikan kepada helang itu. Setelah mendapat daging itu, helang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.
Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalannya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ kerana tidak tahan menghidu bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, "Ya Allah, aku telah pun melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku erti semuanya ini."
“Ya Allah aku telah pun melaksanakan perintahmu sebagaimana yang diberitahu dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku erti semuanya ini.”
Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah S.W.T bahawa:
Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya Nampak besar seperti bukit tetapi  akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal iaitu menahannya, maka marah itu akan menjadi lebih manis daripada madu.
Kedua, semua amal kebaikan(budi) walau disembunyikan, maka ia tetap akan Nampak jua.
Ketiga, jika sudah menerima amanah  seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya.
Keempat, jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah  untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri  berhajat.
Kelima, bau yang busuk itu ialah ghibah ( menceritakan hal seseorang) maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah.”
Saudara-saudaraku, kelima-lima kisah ini hendaklah kita semaikan dalam diri kita, kerana kelima-lima perkara ini sentiasa sahaja berlaku dalam kehidupan seharian kita. Perkara yang tidak dapat kita elakkan  setiap hari ialah mengata hal orang, memang menjadi tabiat  seseorang itu suka mengata hal  orang lain. Haruslah kita ingat bahawa kata mengata hal seseorang itu akan menghilangkan pahala kita sebab ada sebuah hadis mengatakan bahawa :
Diakhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, “ Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu.”Maka berkata Allah S.W.T, “ ini adalah pahala orang yang mengata-ngata tentang dirimu.”
" Dengan ini haruslah kita sedar bahawa walau apa pun yang kita kata itu memang benar, tetapi kata mengata itu akan merugikan diri kita sendiri . Oleh itu, janganlah kita mengata hal keburukan  orang walaupun ia benar".
Wallahu a’lam..


Credit:Sumber
http://www.facebook.com/chocosedapshopee

Isnin, 4 Mei 2015

BENCANA ALAM, MENURUT HADIS NABI


 







Dari Abu Hurairah ra berkata; bersabda Rasulullah saw “Apabila kekuasaan dianggap keuntungan, amanat dianggap ghanimah (rampasan), membayar zakat dianggap merugikan, beiajar bukan karena agama (untuk meraih tujuan duniawi semata), suami tunduk pada istrinya, durhaka terhadap ibu, menaati kawan yang menyimpang dari kebenaran, membenci ayah, bersuara keras (menjerit jerit) di masjid, orang fasig menjadi pemimpin suatu bangsa, pemimpin diangkat dari golongan yang rendah akhiaknya, orang dihormati karena takut pada kejahatannya, para biduan dan musik (hiburan berbau maksiat) banyak digemari, minum keras/narkoba semakin meluas, umat akhir zaman ini sewenang-wenang mengutuk generasi pertama kaum Muslimin (termasuk para sahabat Nabi saw, tabi’in dan para imam muktabar). Maka hendaklah mereka waspada karena pada saat itu akan terjadi hawa panas, gempa,longsor dan kemusnahan. Kemudian diikuti oleh tanda-tanda (kiamat) yang lain seperti untaian permata yang berjatuhan karena terputus talinya (semua tanda kiamat terjadi).”(HR. Tirmidzi)

KETIKA terjadi bencana alam, paling tidak ada tiga analisa yang sering diajukan untuk mencari penyebab terjadinya bencana tersebut. Pertama, azab dari Allah karena banyak dosa yang dilakukan. Kedua, sebagai ujian dari Tuhan. Ketiga, Sunnatullahdalamartigejalaalamatauhukum alam yang biasaterjadi. Untuk kasus Indonesia ketiga analisa tersebut semuanya mempunyai kemungkinan yang sama besarnya.

Jika bencana dikaitkan dengan dosa-dosa bangsa ini bisa saja benar, sebab kemaksiatan sudah menjadi kebanggaan baik di tingkat pemimpin (struktural maupun kultural) maupun sebagian rakyatnya, perintah atau ajaran agama banyak yang tidak diindahkan, orang-orang miskin diterlantarkan. Maka ingatlah firman Allah:

 ”Jika Kami menghendaki menghancurkan suatu negeri, Kami perintahkan orang-orang yang hidup mewah (berkedudukan untuk taat kepada Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan daiam negeri tersebut, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya,” (Al-Isra’[17]: 16).

Apabila dikaitkan dengan ujian, bisa jadi sebagai ujian kepada bangsa ini, khususnya kaum Muslimin agar semakin kuat dan teguh keimanannya dan berani untuk menampakkan identitasnya. Sebagaimana firman Allah:

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja mengatakan: Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diujilagi?”( Al-Ankabut [29:2).Akan tetapi, jika dikaitkan dengan gejala alam pun besar kemungkinannya, karena  bumi Nusantara memang berada di bagian  bumi yang rawan bencana seperti gempa, tsunami dan letusan gunung. Bahkan, secara keseluruhan bumi yang ditempati manusia ini rawan akan terjadinya bencana, sebab hukum alam yang telah ditetapkan Allah SwT atas bumi ini dengan ber bagai hikmah yang terkandung di dalamnya. Seperti pergerakan gunung dengan  berbagai konsekuensinya. 


"Dan kamu lihat gunung-gunung itu kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal gunung-gunung itu bergerak sebagaimana awanbergerak.(Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh segala sesuatu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan".( QS. Al-Naml [27]: 88).

Di samping harus tetap bersikap optimis dan berupaya mengenali hukum-hukum Allah yang telah ditetapkan atas alam ini, adalah bijak untuk terus melakukan introspeksi terhadap keseriusan kita dalam menaati perintah-perintah Allah SwT dan menghitung-hitung kedurhakaan kita kepada-Nya.Sabda Rasulullah saw yang diriwayat kan Imam Tirmidzi di atas patut menjadi renungan bagi bangsa ini atas berbagai bencana yang menimpa secara bertubi tubi.

Jika kita cermati hampir semua penyebab bencana yang disebut Rasulullah saw dalam Hadits tersebut tengah melanda bangsa ini. Pertama, masalah kepemimpinan, amanah dan penguasa. Jika suatu bangsa memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat, baik (shalih), cakap/cerdas dan kompeten (gawiy) dan amanah (amin), maka kebangkrutan dan kehancuran sebuah  bangsa tinggal menunggu waktu saja. Se bab, pemimpin seperti itu menganggap kekuasaan bukan sebagai amanah untuk menciptakan kesejahteraan dan ketentraman bagirakyatnya, tetapi sebagal sarana dan kesempatan untuk memperkaya diri dan  bersenang-senang.

Akibatnya, perilaku korupsi merajalela, penindasan dan pemiskinan menjadi pemandangan yang lumrah, dan kebangkrutan moral menjadi hal yang sangat sulit untuk dihindari. Oleh karena itu, memilih pemimpin atau pejabat harus hatihati dan selektif, sebab mereka akan memanggul amanah yang sangat berat.

Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda, “Jika amanat disia-siakan, maka tunggulah saatnya (kehancuran). Abu Hurairah bertanya; “Bagaimana amanat itu disia-siakan wahai Rasulullah?, Beliau menjawab,”Jika suatu urusan diserahkan pada orang yang bukan ahlinya (tidak memenuhi syarat)”. ( H R. Bukhari).

Kedua, orang kaya tidak menunaikan kewajibannya. Zakat adalah kewajiban minimal bagi orang kaya untuk peduli kepada orang miskin. Jika kewajiban minimal ini tidak ditunaikan, maka kegoncangan social tdak bisa ditawar-tawarlagi, karena tindakan orang miskin yang terampas haknya tidak bisa dipersalahkan. Sehingga azab Allah menjadi keharusan (Al-Isra’: 16). Demikian intisari istinbathAmirul Mu’minin Umar bin Khathab ra yang didukung Ibnu Hazm rahimallahu ta’ala.

Ketiga, hilangnya ketulusan dan kebijakan para ulama dan cendekiawan. Kerusakan yang ditimbulkan oleh penguasa dan pengusaha (orang kaya) itu akan menjadi-jadi jika ulama/cendekiawan sebagai pilar penting suatu bangsa yang bertugas untuk memberi peringatan dan beroposisi secara loyal terseret ke dalam kepentingan pragmatis para penguasa dan pengusaha tersebut.

Aktualisasinya bisa berwujud pada terbitnya fatwa-fatwa pesanan yang tidak memihak orang-orang lemah dan tertindas serta opini yang menyesatkan dan membingungkan umat sebagai akibat terialu banyak menerima pemberian yang tidak jelas dan sering mengemis pada musuh-musuh Islam dan bangsa pada umumnya. Karena ketulusan telah hilang, para ulama pun menjadi orang yang membuat gaduh di masjid dengan perdebatan dan berbantahan mengenai hal yang sudah diputuskan dengan jelas oleh Allah dan Rasul-Nya.

Pada akhirnya, bukan hanya perintah Allah dan Rasul-Nya yang tidak diperhatikan dan disia-siakan. Akan tetapi para sahabat Rasul dan generasi mereka sesudahnya (ulama dari kalangan tabi’in dantabi’tabi’in)sebagaigenerasiterbaik umat Muhammad saw menjadi bahan olok-olok dan ejekan dalam perbincangan mereka dengan merendahkan dan mencampakkan kezuhudan dan hasil ijtihad mereka yang cemerlang.

Jika ketiga pilar bangsa penguasa, pengusaha dan ulama atau cendekiawan sudah tidak menjalankan fungsi yang semestinya, maka kebangkrutan moral yang lain seperti durhaka pada orangtua, suami yang manut pada hawa nafsu istrinya, mewabahnya khamr (narkoba) dan kesenangan pada hiburan yang memancing keliaran syahwat menjadi pemandangan yang biasa. Pada saatitu”kemarahan” Tuhan dipastikan tidak bias dihalang-halangi untuk menghancurkan bangsa yang durhaka. [Sumber: muhammadiyah.or.id]

Khamis, 15 Januari 2015

Maksud Di Sebalik Perubahan Warna Langit Ketika Waktu Solat Tiba

 

Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini kerana spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana mereka bersatu dengan alam.

Mereka yang sedang dalam perjalanan juga sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini (solat Maghrib dulu). Rahsia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, frekuensi otot, saraf dan tulang. Tahukah anda bahawa warna merah yang dipancarkan oleh alam ketika itu mempunyai rasional yang sama dengan jin dan syaitan. Kita lebih baik untuk berada di dalam rumah pada waktu magrib ini.
1. Waktu Solat Subuh

Ketika waktu selepas subuh apalagi menjelang siang, warna langit itu (kalau cerah) berwarna biru yang diselangi dengan merah (orange) yang dihasilkan oleh sinar mentari yang mahu terbit.

Dalam islam tidur setelah subuh itu tidak baik kerana akan kehilangan rezeki. Seperti Sabda Rasulullah,Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi harinya (HR. Abu Dawud no. 2606, Tirmidzi no. 1212, Ibnu Majah no. 2236, sahih At-Targhiib waTarhiib no, 1693)
Selain itu, mengapa kita tidak dibenarkan tidur selepas subuh adalah kerana warna biru melemahkan kelenjar tyroid. Bila kelenjar tyroid kita lemah seseorang itu akan mengalami masalah kehausan sepanjang hari.
Pada Waktu Subuh Alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisma tubuh. Jadi warna biru muda atau waktu Subuh mempunyai rahsia yang berkaitan dengan rezeki dan komunikasi.
Mereka yang kerap tertinggal waktu Subuhnya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali, lama kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan rezeki.
Ini kerana tenaga alam iaitu biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid yang mesti berlaku dalam keadaan roh dan jasad dalam keadaan tidur dalam erti kata lain lebih baik terjaga daripada tidur. Disini juga dapat kita ambil hikmah untuk solat di awal waktu.
Bermulanya saat azan Subuh, tenaga alam pada waktu itu berada pada tahap optimum. Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep tindak balas tubuh pada waktu rukuk dan sujud. Jadi mereka yang terlewat Subuhnya sebenar sudah mendapat tenaga yang tidak optimum lagi.
2. Waktu Solat Zuhur

Ketika ini warna kuning mendominasi atmosfera. Mengurangkan makan pada waktu ini ialah amalan yang terbaik untuk menjaga kesihatan supaya pemikiran menjadi kreatif, tajam, dan peka. Ini adalah mengapa kita amat digalakkan untuk melakukan puasa sunat Isnin dan Khamis untuk mengurangkan beban kerja organ pencernaan.

Spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi perut dan hati yang berkaitan dengan sistem pencernaan. Warna kuning ini mempunyai rahsia yang berkaitan dengan keceriaan. Jadi mereka yang selalu ketinggalan atau terlewat Zuhurnya berulang-ulang kali dalam hidupnya akan menghadapi masalah di perut dan hilang sifat cerianya.
3. Waktu Solat Asar

Kemudian warna alam akan berubah kepada warna orange, iaitu masuknya waktu Asar di mana spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovari dan testis yang merangkumi sistem reproduktif.

Rahsia warna orange ialah kreativiti. Orang yang kerap tertinggal Asar akan hilang daya kreativitinya dan lebih malang lagi kalau di waktu Asar digunakan untuk tidur.
4. Waktu Solat Magrib

Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini kerana spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana mereka bersatu dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini (solat Maghrib dulu). Rahsia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, frekuensi otot, saraf dan tulang.

Tahukah anda bahawa warna merah yang dipancarkan oleh alam ketika itu mempunyai resonansi yang sama dengan jin dan syaitan. Kita lebih baik untuk berada di dalam rumah pada waktu magrib ini.
5. Waktu Solat Isyak

Apabila masuk waktu Isya, alam berubah ke warna merah dan seterusnya memasuki fasa Kegelapan. Waktu Isyak ini menyimpan rahsia ketenteraman dan kedamaian di mana frekuensinya bersamaan dengan sistem kawalan otak.

Mereka yang kerap ketinggalan Isyanya akan selalu berada dalam kegelisahan. Alam sekarang berada dalam Kegelapan dan sebenarnya, inilah waktu tidur dalam Islam dimana keseluruhan sistem tubuh berada dalam keadaan relax / rehat.
Wallahua’lam

Source

Isnin, 8 Disember 2014

Kisah Nyata - BAGAIMANA JIN MERASUKI TUBUH MANUSIA?


Image

Oleh : Abu Akmal Mubarok

Dunia Seram - Al-Qur’an sendiri mengisyaratkan adanya fenomena manusia kerasukan syaithan sebagaimana ayat sbb:
Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila (Q.S. Al-Baqarah : 275)
Dari Shafiyyah binti Huyay, Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya setan itu berjalan dalam tubuh anak Adam sebagaimana darah mengalir dalam tubuhnya” (H.R. Muslim)
Sehubungan dengan masalah kesurupan ini, Ibnu Taimiyyah dalam bukunya Majmu al-Fatawa (24/276), berkata: “Para ulama ahli sunnah wal jama’ah sepakat, bahwa jin dapat masuk ke dalam tubuh dan badan manusia. Hal ini berdasarkan firman Allah sbb:
Artinya: “Orang-orang yang makan (mengambil) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran tekanan penyakit gila” (Q.S. Al-Baqarah:275).”
Abdullah bin Ahmad bin Hanbal pernah bertanya kepada ayahnya, Ahmad bin Hanbal: “Sesungguhnya orang-orang berkata bahwa jin tidak bisa masuk ke badan orang-orang yang kesurupan. Imam Ahmad bin Hanbal berkata: “Anakku, mereka berkata bohong.  Mereka hanya berkata dengan ucapannya sendiri”
Ibnu Taimiyyah juga berkata: “Perkataan ini (jin dapat masuk ke dalam tubuh manusia) adalah perkataan yang masyhur (dikenal oleh semua ulama). Orang yang kemasukkan jin (kesurupan) tidak akan merasakan sakit ketika dipukul, kata-katanya akan ngelantur. Orang yang kemasukan jin ini akan menampakkan banyak keanehan,mulai dari bicara dan gerakannya. Seolah-olah yang berkata dan bergerak itu adalah orang tersebut (orang yang kesurupannya), padahal hakikatnya adalah jenis lain, bukan manusia (yaitu jin)”. Bahkan, Ibnu Taymiyyah masih dalam al-Majmu Fatawa nya mengatakan: “Tidak ada seorangpun ulama yagn mengingkari bahwa jin dapat memasuki tubuh manusia yang lalai mengingat Allah. Barangsiapa yang mengingkari hal ini dan mengatakan bahwa syara’ tidak mengakui hal demikian, maka sungguh dia telah mendustai syara itu sendiri. Tidak ada dalam dalil-dalil syara yang menolak hal itu (tidak ada dalil satu pun yang mengingakari bahwa jin dapat masuk ke tubuh manusia yang kesurupan). Mereka yang mengingkari hal ini hanyalah sekelompok kecil dari golongan Mu’tazilah yakni Imam Al-Jubai dan Abu Bakar ar-Razi.
Bagaimana Jin Memasuki Tubuh Manusia?
“(aku berlindung) dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul (Q.S. Al-Falaq:3-4)
Salah satu modus masuknya jin ke dalam tubuh manusia ialah melalui ritual tertentu para tukang sihir atau dukun pemuja setan, kemudian mantera itu dihembuskan kepada manusia baik langsung maupun melalui medium buhul –buhul yaitu boneka yang dibuat dari ikatan kain-kain. Maka jin akan mengikuti hembusan itu memasuki target yang telah ditetapkan tukang sihir.
Biasanya untuk menentukan target tsb tukang sihir mengambil beberapa helai rambut atau benda-benda pribadi milik orang yang menjadi target atau sambil menyebutkan nama lengkap dan orangtuanya (bin / binti). Dengan cara demikian jin akan mengendus mencari dimana posisi orang tsb.
Jin masuk melalui mulut
“Abu Said berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Apabila seseorang dari kalian menguap, letakkanlah tangannya pada mulutnya (tutuplah), karena setan akan masuk bersama dengan orang yang menguap (yang mulutnya tidak ditutup)” (H.R. Muslim)
Abu Hurairah berkata, Rasulullah S.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Apabila seseorang bersin lalu mengucapkan al-hamdulillah, maka muslim yang mendengarnya harus mendoakannya. Adapun menguap datangnya dari setan, karenanya tahanlah sedapat mungkin. Apabila ia menguap terus keluar suara “haaa”, maka setan akan tertawa” (H.R. Bukhari)
Jin masuk melalui kuku
Wahai Abu Hurairah, potonglah (perpendek) kuku-kukumu. Sesungguhnya setan mengikat (melalui) kuku-kuku yang panjang. (H.R. Ahmad)
Jin masuk melalui hidung
Bahwa Nabi s.a.w.. bersabda: Apabila salah seorang di antara engkau bangun tidur, hendaklah mengeluarkan air dari hidungnya (istintsar) tiga kali, karena setan itu menginap di batang hidungnya. (H.R. Muslim)
Jin memasuki telinga
Abdullah berkata, “Disebutkan di sisi Nabi bahwa ada seorang laki-laki yang selalu tidur sampai pagi tanpa mengerjakan shalat (malam). Lalu beliau bersabda, ‘Setan telah kencing di telinganya (H.R. Muslim)

sumber :misterigaib

Selasa, 18 November 2014

Kisah Agama - Pakatan antara Syaitan dan Iblis


Dunia Seram - Syaitan dan Iblis zaman dahulu sampai sekarang dah jadi kawan karib manusia. Di zaman IT, syaitan dan Iblis pun dah takut dekat manusia. Dia dilaknat oleh Allah SWT dan dibuang dari syurga kerana satu kesalahan sahaja kerana tidak mahu sujud pada Adam. Tetapi dia berkawan dengan manusia dia jadi sedar, subuh-subuh pagi kawan manusia ni tak sembahyang subuh, sedap tidur lena, masuk waktu zuhur pun tak sembahyang, pergi makan tengahari. Masuk waktu asar pun kawan manusia sibuk dengan kerja sampai terlupa nak sembahyang. Makin risau Iblis. Tergugat juga untuk berkawan dengan manusia ni. Tiba waktu maghrib pun sama tak sembahyang masih rehat tengok TV Astro. Sampai masuk waktu insya pun tak sembahyang, sibuk dengan kawan-kawan di facebook pula. 

Semakin risau Iblis, jadi tak senang duduk. Iblis pun fikir. Dulu aku cuma melakukan satu kesalahan saja sudah dilaknat oleh Allah SWT. Tetapi kawan aku manusia ni sudah melakukan lima kesalahan masih tidak takut dilaknat oleh Allah SWT. Dia ni lebih jahat dari aku. Baik aku pun lari meninggalkan kawan manusia ni. Iblis pun cari kawan manusia baru. Mungkin anda pula. 

Syaitan telah mengadakan pakatan iblis. Di awal ucapannya, syaitan berkata:

"Kita tidak dapat menghalang umat Islam dari mendatangi masjid, kita tidak dapat menghalang mereka dari membaca al-Quran dan tahu akan perkara-perkara yang benar. Malah kita tidak dapat menghalang mereka dari membentuk sebuah perhubungan intim dengan Allah."

Sebaik sahaja mereka dapat menjalin perhubungan tersebut maka pengaruh kita keatas mereka akan terputus.

"Oleh itu biarkanlah mereka ke masjid-masjid mereka, biarkanlah mereka menikmati hidangan makan malam mereka yang tertudung, tetapi curilah waktu mereka, supaya mereka tidak mempunyai masa untuk membina perhubungan dengan Pencipta."

"Apa yang aku ingin kamu lakukan ialah" kata Syaitan:"

Lalaikan mereka dari berhubung dengan tuhan mereka dan mengekalkan perhubungan yang penting itu sepanjang hari."

"Bagaimana caranya?" jerit para iblis.

"Sibukkan mereka dengan perkara-perkara yang tidak berfaedah dalam kehidupan dan rekalah berbagai-bagai cara untuk memenuhi minda mereka,"

Jawabnya "Pengaruhi mereka untuk belanja, belanja, belanja dan hutang, hutang, hutang.

Pujuk isteri-isteri mereka untuk keluar bekerja buat jangka waktu yang panjang dan suami-suami mereka untuk bekerja 6 - 7 hari seminggu, 10 – 12 jam sehari, guna untuk membiayai gaya hidup mereka yang kosong itu.

"Halang mereka dari menghabiskan waktu dengan anak-anak mereka. Apabila keluarga mereka mula retak, tidak lama nanti, rumah mereka tidak lagi menawarkan ketenangan dari tekanan kerja."

"Rangsa minda mereka sehingga mereka tidak dapat lagi mendengar suara hati mereka. Umpan mereka untuk mendengar radio atau keset sewaktu memandu, biarkan TV, VCR, CD dan PC mereka sentiasa terpasang di rumah-rumah mereka dan pastikan setiap kedai dan restoran di dunia ini sentiasa memainkan muzik yang tidak Islamik.

Ini akan membenakkan minda mereka dan memutuskan perhubungan dengan Allah."

"Penuhkan meja-meja mereka dengan majalah dan akhbar. Sumbatkan minda mereka dengan siaran berita 24 jam. Cerobohi saat memandu mereka dengan papan-papan iklan."

Penuhkan peti-peti surat mereka dengan mel remeh, katalog, sweepstakes dan segala jenis surat berita dan promosi-promosi yang menyediakan barangan dan perkhidmatan percuma dan impian palsu."

"Masukkan gambar model-model yang cantik dan ramping di dalam majalah dan TV agar para suami berpendapat bahawa kecantikan luaranlah yang utama, dan mereka akan tidak berpuashati dengan isteri- isteri mereka."

"Buatlah agar para isteri terlalu letih untuk bersama dengan suami mereka di malam hari.Tambahkan sekali dengan pening kepala!

Jika mereka tidak bersama seperti yang dikehendaki oleh suami mereka,suami akan   meninjau-ninjau di tempat lain. Ini akan memporak- perandakan keluarga mereka   dengan pantas."

"Gembar gemburkan perayaan-perayaan penganut agama lain untuk melalaikan mereka dari mengajar anak-anak mereka makna Islam yang sebenar dan hari-hari perayaannya."

"Biarkan mereka berlebih-lebihan meskipun sewaktu berekreasi. 

Buatlah sehingga mereka terlalu letih untuk berekreasi. Sibukkan mereka sehingga tidak sempat untuk memerhatikan alam semulajadi dan memikirkan tentang ciptaan Allah.

Sebaliknya hantarlah mereka ke taman-taman hiburan, acara-acara sukan, pementasan,  konsert dan panggung wayang."

"Jadikan mereka sibuk, sibuk, sibuk!"

"Dan apabila mereka bertemu untuk berbincang hal-hal kerohanian, libatkan mereka dengan umpatan dan cakap-cakap kosong supaya hati mereka tidak tenang ketika bersurai."

"Lambakkan hidup mereka dengan kerja-kerja amal sehingga mereka tidak mempunyai kesempatan meminita pertolongan dari Allah.

Tidak lama selepas itu mereka akan melakukannya dengan kudrat mereka sendiri, mengorbankan kesihatan dan keluarga mereka untuk kerja-kerja amal tadi."

"Pasti berhasil! Pasti berhasil!"  Bukan calang-calang perancangan ini!

Para iblis dengan tidak sabar-sabar memulakan tugasan mereka untuk menjadikan umat Islam di mana jua menjadi semakin sibuk dan semakin terkejar-kejar ke sana ke sini.

Hanya mempunyai sedikit masa sahaja untuk Tuhan mereka atau keluarga mereka.

Wasallam.
 
 
Lagi Kisah Seram: Ghost Stories Club  

Ahad, 7 September 2014

Siapakah Qarin ?



Qarin adalah jin yang dicipta oleh Allah sebagai pendamping manusia. Boleh dikatakan ia sebagai "kembar" manusia. Setiap manusia yang dilahirkan ke dunia ini pasti ada qarinnya sendiri. Rasulullah s.a.w. sendiri tidak terkecuali. Cuma bezanya, qarin Rasulullah adalah muslim. Manakala yang lainnya adalah kafir.


Pada umumnya qarin yang kafir ini kerjanya mendorong dampingannya membuat kejahatan. Dia membisikkan was-was, melalaikan solat, berat untuk membaca al-Quran dan sebagainya. Malah ia bekerja sekuat tenaga untuk menghalang dampingannya membuat ibadah dan kebaikan.


Untuk mengimbangi usaha qarin ini Allah utuskan malaikat. Ia akan membisikkan hal-hal kebenaran dan mengajak membuat kebaikan. Maka terpulanglah kepada setiap manusia membuat pilihan mengikut pengaruh mana yang lebih kuat. Walau bagaimanapun orang-orang Islam mampu menguasai dan menjadikan pengaruh qarinnya lemah tidak berdaya. Caranya dengan membaca "Bismillah" sebelum melakukan sebarang pekerjaan, banyak berzikir, membaca al-Quran dan taat melaksanakan perintah Allah.
Sabda Rasulullah s.a.w. daripada Abdullah Mas'ud r.a. maksudnya: "Setiap kamu ada Qarin daripada bangsa jin, dan juga Qarin daripada bangsa malaikat. Mereka bertanya: "Engkau juga ya Rasulullah." Sabdanya: "Ya aku juga ada, tetapi Allah telah membantu aku sehingga Qarin itu dapat kuislamkan dan hanya menyuruh aku dalam hal kebajikan sahaja." (Riwayat Ahmad dan Muslim)
Aisyah r.ha. menceritakan bahawa pada suatu malam Rasulullah s.a.w. keluar dari rumahnya (Aisyah), Aisyah berkata: "Aku merasa cemburu." tiba-tiba Baginda berpatah balik dan bertanya: "Wahai Aisyah apa sudah jadi, apakah engkau cemburu?" Aku berkata: "Bagaimana aku tidak cemburu orang yang seumpama engkau ya Rasulullah." Sabda Baginda: "Apakah engkau telah dikuasai oleh syaitan?" Aku bertanya: "Apakah aku ada syaitan?" Sabda Baginda: "Setiap insan ada syaitan, iaitu Qarin." Aku bertanya lagi: "Adakah engkau pun ada syaitan ya Rasulullah?" Jawab Baginda: "Ya, tetapi Allah membantuku sehingga Qarinku telah masuk Islam." (Riwayat Muslim)
Di dalam hadis lain daripada Ibnu Umar r.a., sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud: "Aku dilebihkan daripada Nabi Adam a.s. dengan dua perkara, iaitu pertama syaitanku kafir lalu Allah menolong aku sehingga dia Islam. Kedua, para isteriku membantu akan daku tetapi syaitan Nabi Adam tetap kafir dan isterinya membantu ia membuat kesalahan." (Riwayat Baihaqi)
Ibn Muflih al-Muqaddasi menceritakan: Suatu ketika syaitan yang mendampingi oran beriman, bertemankan syaitan yang mendampingi orang kafir. Syaitan yang mengikuti orang beriman itu kurus, sedangkan yang megikuti orang kafir itu gemuk. Maka ditanya mengapa engkau kurus, "Bagaimana aku tidak kurus, apabila tuanku masuk ke rumah dia berzikir, makan dia ingat Allah, apabila minum pun begitu." Sebaliknya syaitan yang mengikuti orang kafir itu pula berkata: "Aku sentiasa makan bersama dengannya dan begitu juga minum."
Qarin akan berpisah dengan "kembar"nya hanya apabila manusia meninggal dunia. Roh manusia akan ditempatkan di alam barzakh, sedangkan qarin terus hidup kerana lazimnya umur jin adalah panjang. Walau bagaimanapun, apabila tiba hari akhirat nanti maka kedua-duanya akan dihadapkan ke hadapan Allah untuk diadili. Tetapi qarin akan berlepas tangan dan tidak bertanggungjawab atas kesesatan atau kederhakaan manusia.
 
 

Jumaat, 29 Ogos 2014

Kisah Misteri - Gulungan Naskah Laut Mati

 
Dunia Seram - Gulungan Naskah Laut Mati memang merupakan temuan yang tak ternilai. Suatu benda peninggalan dua ribu tahun lebih yang memuat banyak dokumen penting sejarah (terutama kisah dari zaman para Nabi). Naskah kuno itu juga memuat kode-kode rahasia yang belum terpecahkan seluruhnya.
Para ahli sebelumnya sudah menemukan bukti tentang beberapa kitab salinan Yahudi berbahasa Hebrew yang ditulis pada masa sesudah Masehi (kira-kira 1.300 tahun lalu).
Namun Gulungan Naskah Laut Mati berdasarkan uji karbon yang dilakukan para ahli dari Chicago, AS, menunjukkan material yang digunakan sebagai media penulisan naskah itu disimpulkan dari masa 200-an tahun sebelum Masehi.

Para peneliti menemukan naskah yang belum terindentifikasi di antara Gulungan Naskah Laut Mati itu. Teks yang tak terbaca itu dianggap sebagai Gulungan Naskah Biara (Temple Scroll) yang memuat peraturan dan hukum dalam Pentateuch yang dikenal sebagai bagian dari lima kitab pertama dalam Bibel Hebrew dan Perjanjian Lama.
Termasuk di dalamnya Kitab Disiplin Community Rule yang mendeskripsikan bagimana komunitas itu yang bertempat di Qumran mengorganisir kehidupan spiritualnya. Lalu ada bagian yang memaparkan tentang Jalan Keselamatan (The Way) dan pertempuran antara Putra Cahaya (Son of Light) melawan Putra Kegelapan (Son of Darkness), yang berisi rencana detail perang penghabisan yang dinantikan komunitas Qumran.
Gulungan Naskah lainnya berisi soal berbagai doa, kidung pujian, komentar-komentar tentang bagian-bagian Bibel, legenda, ramalan, argumentasi reliji, dan berbagai kisah yang tak diketahui yang berhubungan dengan karakter yang tercantum dalam Bibel Hebrew.
Temuan di sekitar biara dan teritori Qumran ini ada sekitar 500-an kitab, termasuk bagian kitab Perjanjian Lama. Namun tak dapat dipastikan apakah mereka berhubungan dengan sekte Essenes, Yahudi Kuno, dan Pengikut Yesus Kristus (Kristen). Semua masih tetap misteri.

Khirbet Qumran
Para ahli arkeologi menemukan sebuah situs biara yang berjarak kira-kira 540 meter dari lubang gua pertama ditemukannya Gulungan Naskah Laut Mati. Mereka mengidentifikasinya sebagai Biara Khirbet Qumran.

Khirbet Qumran ini adalah satu komunitas sekte yang sangat ketat mengikuti ajaran para Nabi di zaman sebelum Jesus Kristus. Mereka cenderung mengucilkan diri dari kehidupan sosial dan menekuni isi kitab-kitab Perjanjian Lama, hidup dengan penuh pengabdian pada sektenya, merapal doa, beribadah dan menyalin kitab-kitab tua.
Di situs biara ini ditemukan benda-benda yang berkaitan dengan tulis menulis. Diantaranya ditemukan 2 buah pot tinta, beberapa stylus (alat tulis jaman purba semacam pulpen yang dibuat dari potongan tulang, batu, atau material khusus), dan sebuah guci yang persis sama dengan guci yang ditemukan di gua tempat penyimpanan Gulungan Naskah Laut Mati.
Berdasarkan penelitian dan uji laboratorium, benda-benda kuno ini dibuat sekitar tahun 68 Masehi. Dalam salah satu perkamen naskah dituliskan bahwa saat itu Legiun Kekaisaran Romawi menguasai wilayah Barat Laut Mati (saat ini Palestina dan Israel). Para pendeta di biara tersebut sempat menyembunyikan beberapa naskah ke dalam gua di tepian Laut Mati.
Sebagian besar dokumen ditulis dengan bahasa Hebrew (Ibrani-Yahudi) bahkan ada dokumen yang disamarkan begitu kecil sampai sebesar perangko. Lalu ada juga yang dituliskan dalam aksara Yunani Kuno (Septuagint).

Temuan di sekitar biara dan teritori Qumran ini ada sekitar 500-an kitab, termasuk bagian kitab Perjanjian Lama. Namun tak dapat dipastikan apakah mereka berhubungan dengan sekte Essenes, Yahudi Kuno, dan Pengikut Yesus Kristus (Kristen). Semua masih tetap misteri.


Sumber