Memaparkan catatan dengan label Susuk. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Susuk. Papar semua catatan

Ahad, 10 Mei 2015

Cerita Misteri - AKHIR RIWAYAT PENGAMAL ILMU KEBAL

Image result for misteri dunia seram



Penulis : EKO HARTONO

Karena miskin dan sering dihina, dia akhirnya menghamba kepada setan untuk mendapatkan kesaktian. Setelah tubuhnya kebal dari terjangan senjata apapun, dia berubah menjadi seorang yang sangat jahat. Bagaimana akhir kisah mistis hidupnya...?

 Dunia Seram - Arogansi dan kesewenang-wenangan akan membawa kehancuran. Itulah pelajaran penting dalam kehidupan yang sering dilupakan manusia. Sudah sering terjadi dalam sejarah, orang yang sombong, merasa lebih tinggi derajatnya atau kedudukannya dari orang lain, pada akhirnya justru akan jatuh dalam kehinaan yang paling rendah. Bahkan bisa lebih fatal dari itu, yakni kematian yang sia-sia.
Kenyataan ini pula yang menimpa Margono (bukan nama sebenarnya). Riwayat hidupnya mungkin bisa menjadi cermin bagi kita semua, khususnya mereka yang mendalami ilmu kesaktian dengan dalih perlindungan diri agar terhindar dari tindak kejahatan. Karena apa yang tadinya diniatkan untuk kebaikan bila tidak diiringi dengan sikap perilaku benar justru akan menjerumuskan atau menyesatkan.
Misteri memperoleh cerita tentang riwayat hidup Margono dari salah seorang kerabat dekatnya. Kebetulan Misteri sedang berkunjung ke rumah famili di sebuah pelosok desa di luar kota Solo, Jawa Tengah. Ketika itu, Misteri menemukan seorang laki-laki cukup tua dikurung dalam ruangan mirip sel tahanan dengan kedua tangan dan kaki dirantai. Dia menghabiskan sisa hidupnya di kurungan itu. Makan, minum, dan buang air besar di tempat itu. Lelaki renta yang tak berdaya itu tak lain adalah Margono!
Kenapa dia sampai menjalani hidup seperti binatang atau manusia tak berharga begitu?
"Dia sudah tidak waras, suka merusak, dan mengganggu warga setempat. Padahal dulunya dia orang yang sakti. Tubuhnya kebal dari senjata tajam dan mampu membengkokkan sebatang besi!" Ujar Sasmito, kerabat Margono.
"Kalau dia bisa membengkokkan besi, kenapa dia tidak bisa melarikan diri?" Tanya Misteri.
"Karena dia sudah tidak bisa apa-apa. Semua kesaktian yang dimilikinya telah musnah, bahkan otak warasnya ikut musnah pula!"
"Masya Allah! Bagaimana bisa begitu, Pak?"
"Ceritanya panjang...."
Selanjutnya sang kerabat meriwayatkan perjalanan hidup Margono.
Dia dilahirkan dalam keadaan yatim piatu dan di lingkungan keluarga miskin. Margono tumbuh menjadi anak yang minder dan tertutup. Ayahnya sudah meninggal saat dia masih bayi. Sementara ibunya yang janda kemudian kawin lagi.
Margono yang waktu itu masih berusia lima tahun kemudian diasuh oleh kakek dan neneknya. Margono hanya bisa bersekolah hingga SD karena orangtuanya sudah tidak mampu membiayai.
Sehari-harinya, dia membantu kakeknya menggembala ternak dan menggarap ladang. Dalam pergaulan, Margono sering diejek, dilecehkan, dan direndahkan oleh teman-temannya. Maklumlah, karena tubuhnya paling kurus dan hidupnya miskin.
Dia pun tak melawan jika dipukul oleh temannya. Dia sering dijadikan kacung atau suruhan oleh mereka. Margono menyadari dirinya punya kekurangan dan kelemahan.
Suatu hari Margono mendengar informasi dari temannya tentang orang pintar yang berilmu tinggi. Konon, orang pintar itu mengajarkan ilmu kebal, pengasihan, ilmu tenaga dalam, dan lain sebagainya.
Dia jadi tertarik untuk berguru padanya. Dia lalu meminta ijin pada kakeknya untuk pergi menemui orang pintar itu dan belajar ilmu padanya.
"Untuk apa kamu belajar ilmu seperti itu, Mar?" Ujar kakeknya ingin tahun.
"Untuk membekali diri, Mbah. Biar aku tidak terus direndahkan dan diremehkan orang!" Jawab Margono.
"Ingat, Lek, kalau kamu tidak kuat, kamu nanti bisa gila. Ilmu kesaktian mesti dipelajari dengan laku yang berat. Lagi pula kamu belum tahu, apakah ilmu yang diajarkan orang itu tergolong ilmu hitam atau ilmu putih. Kalau ilmu hitam, sebaiknya kamu urungkan niatmu itu. Nanti justru akan merusak dirimu sendiri!"
Margono tak bergeming. Dia tetap pada niatnya. Meski tanpa restu dari kakeknya, Margono pergi menemui orang pintar yang tinggal di daerah lereng pegunungan. Rumah orang pintar yang bernama Mbah Joyo itu hanya berupa gubuk bambu dan agak terpencil.
Dia hidup sederhana, seperti ingin menjauhi dunia ramai. Namun demikian, ternyata tak sedikit orang yang datang menyambanginya. Terutama pada malam Selasa dan Jum'at Kliwon.
Mbah Joyo sering menjadi perantara bagi orang-orang yang ingin menjalankan laku tirakat pesugihan atau semedi di salah satu goa keramat di lereng pegunugnan itu.
Ketika Margono yang masih muda itu datang mengutarakan maksud kedatangannya, Mbah Joyo malah tertawa terkekeh-kekeh.
"Buat apa kamu ingin punya ilmu kesaktian, bocah ingusan?" Tanyanya.
"Biar saya tidak direndahkan dan diremehkan orang, Mbah. Saya ingin kaya dan punya kedudukan, biar dihormati orang lain!" Jawab Margono.
"Syaratnya berat! Aku yakin, kamu tak sanggup!"
"Saya sanggup, Mbah. Apapun resikonya!"
Karena terus memaksa dan ngotot, akhirnya Mbah Joyo menyanggupinya. Dia lalu meminta Margono tinggal beberapa waktu di tempatnya. Margono harus menjalani beberapa laku dan tirakat untuk memasukkan ilmu gaib itu ke dalam tubuhnya.
Sebelum memasukkan unsur gaib itu ke dalam tubuhnya, Mbah Joyo sempat memberikan keterangan pada Margono, "Aku akan memasukkan kekuatan jin kafir dalam tubuhmu yang akan membuat kamu kebal, tidak mampan senjata tajam, dan mampu membengkokkan sebatang besi. Dengan kelebihan ini kamu bisa mewujudkan keinginanmu. Tapi ingat, ilmu ini harus kamu rawat. Setiap malam Jum'at Kliwon diberi sesaji dan tumbal. Apakah kamu bersedia?"
"Bersedia, Mbah!" Jawab Margono, tegas. Dia merasa tak perlu berpikir ulang lagi untuk menyanggupi persyaratan yang diberikan Mbah Joyo, atau berusaha tahu apa efek samping ilmu itu nantinya.
Begitulah. Setelah menjalankan laku tirakat, ritual, dan merapalkan mantera-mantera, akhirnya Margono dinyatakan berhasil menguasai ilmu yang diberikan Mbah Joyo.
Sebelum keluar dari tempat pengemblengannya dan kembali ke dunia ramai, Margono melakukan ritual menyembelih ayam cemani yang seluruh bulu dan tubuhnya berwarna hitam.Penyembelihan itu mungkin mengandung makna sebagai bentuk pengorbanan atau persembahan.
Margono lalu pulang ke kampung halamannya. Tapi betapa kaget ketika sampai di rumah, dia mendapati kenyataan pahit, kakek yang dicintainya meninggal dunia. Kematian kakeknya pun terkesan misterius dan mendadak. Menurut cerita, orangtua itu diketahui sedang menyabit rumput di tegalan. Entah bagaimana kejadiannya orang-orang sudah menemukan dia dalam keadaan tergeletak di bawah pohon dengan sabit masih menancap di lehernya. Ada kemungkinan dia naik ke atas pohon dan jatuh. Saat terjatuh itu tanpa sengaja sabit yang dipegangnya menancap di leher.
Tapi bagi Margono yang melihatnya seolah tak ada yang aneh. Dia teringat dengan ayam cemani yang disembelih dan diminum darahnya pagi tadi. Sepertinya kematian ayam cemani itu menyerupai kematian kakeknya. Mungkin ini isyarat tumbal seperti yang dikatakan Mbah Joyo. Kematian kakeknya tak lain merupakan tumbal yang menjadi persembahannya.
Hati Margono seperti tercabik-cabik rasanya, tapi dia berusaha menekannya. Dia menepis rasa bersalah. Toh, kakeknya sudah cukup tua dan pantas mati, batinnya menenangkan diri.
Selanjutnya Margono menjalani hidupnya yang baru. Kini dia bukan lagi Margono yang lemah, tak berdaya, dan cengeng. Dia berubah menjadi Margono yang pemberani dan tangguh. Jika ada orang yang meremehkan dan merendahkannya, dia tidak akan tinggal diam. Dia akan menantang orang itu berkelahi, bahkan memintanya untuk memakai senjata tajam sementara dirinya hanya tangan kosong.
Suatu ketika, terjadi perselihan antara Margono dengan sekelompok pemuda desa. Margono langsung menantang perang tanding. Tantangan ini langsung ditanggapi oleg gerombolan pemuda itu. Namun, saat mereka menyerangnya dengan pukulan, tendangan, dan sabetan clurit, Margono diam saja. Dia membiarkan tubuhnya jadi bulan-bulanan. Tapi ajaib, kulit Margono tidak tergores atau terluka sedikitpun. Malah tangan orang-orang yang memukulnya menjadi kesakitan.
Melihat Margono tak mempan dibacok dan ditembus senjata tajam, kontan para pemuda itu merendahkan diri di depan Margono dan memohon ampunan. Margono tertawa penuh kemenangan.
Merasa di atas angin, Margono meminta mereka mencium kakinya dan menjilatinya. Jika tidak mau, dia mengancam akan membunuh mereka. Bak anjing yang setia pada majikannya, mereka pun menurut saja menciumi dan menjilati kaki Margono.
Puas telah berhasil merendahkan orang-orang yang pernah merendahkan dan mengejeknya, Margono lalu memeras dan memanfaatkan mereka. Dia merekrut para pemuda berandalan untuk dijadikan anak buahnya. Mereka dipaksa mencuri, merampok, dan merampas harta benda orang lain.
Sepak terjang Margono sebagai bandit sekaligus pemimpin preman langsung mencuat. Dia sering menebar teror di tengah masyarakat. Bersama dengan para anak buahnya, Margono melakukan berbagai tindak kejahatan.
Uang hasil kejahatan digunakan untuk berfoya-foya, minum-minuman keras, dan main perempuan. Margono sendiri seperti tidak takut dengan perilaku kejahatannya yang bisa membawanya berurusan dengan hukum. Bahkan dengan terang-terangan dia pernah menantang petugas keamanan.
"Aku tidak takut sama polisi! Ayo, mana polisi yang berani menangkap ku? Mana polisi yang berani menembakku?!" Ujarnya dengan nada penuh kesombongan.
Suatu ketika ada petugas polisi sektor setempat yang mendengar ucapan Margono dan merasa tertantang. Dia pun diam-diam ingin meringkus Margono. Kebetulan dia mengetahui tempat Margono dan teman-temannya sering bermain judi serta minum-minuman keras.
Dengan penuh rasa percaya diri, petugas itu menggerebek Margono Cs. sambil menodongkan pistolnya. Tapi Margono tampak tenang saja.
"Ayo, tembak aku kalau berani!" Tantangnya.
Terpancing emosi, polisi itu pun langsung menembak kaki Margono sesuai prosedur. Tapi apa yang terjadi? Bukannya merintih kesakitan atau terjatuh, Margono malah tertawa geli. Dia lalu memperlihatkan bekas tembakan peluru yang ternyata hanya merobek kain celana tanpa menggores kulitnya.
Wajah polilsi itu jadi pucat pasi dan gemetar. Selanjutnya kejadian berbalik, polisi itu yang kemudian dihajar beramai-ramai oleh Margono dan anak buahnya. Dia diancam jika sampai mengganggu geng Margono akan dibunuh.
Begitulah. Para petugas pun ngeri berhadapan dengan gerombolan Margono. Mereka tidak pernah punya bukti untuk mengungkap kejahatan Margono agar bisa menangkapnya. Karena dalam menjalankan aksi kejahatannya, Margono begitu licin dan tak terdeksi.
Meski semua orang tahu bahwa pekerjaan Margono suka merampok dan mencuri, dan semua kekayaan dan rumah mewah yang dimilikinya adalah hasil kejahatan, tapi tak ada yang bisa membuktikan dan menangkap basah perbuatannya. Konon, dalam menjalankan aksinya, Margono menggunakan ajian atau ilmu gaib yang tidak memungkinkan terlihat oleh orang biasa.
Telah banyak orang atau kelompok masyarakat yang menjadi korban kesewenang-wenangan dan kejahatan Margono. Hal ini kemudian memunculkan inisiatif dari seorang tokoh masyarakat untuk meminta bantuan orang pintar. Dia menemui seorang Kyai di luar daerah yang berilmu tinggi. Menurutnya, kejahatan Margono yang dilakukan dengan menggunakan kekuatan ilmu hitam hanya bisa dihentikan dengan kekuatan ilmu putih. Hanya saja, yang menjadi masalah bagaimana melawan kemampuan ilmu kebal yang dimiliki Margono.
"Setiap orang punya kelemahan dan kekurangan pada dirinya. Tidak ada orang yang paling sakti dan ampuh di dunia ini. Yang paling tinggi ilmunya hanyalah Allah SWT. Yang dilakukan orang-orang seperti Margono hanyalah mengandalkan salah satu kemampuannya untuk mengesankan bahwa dirinya sangat kuat dan tak terkalahkan!" Demikian keterangan Pak Kyai.
"Jadi apa yang harus kami lakukan, Pak Kyai?"
"Beri saya waktu untuk meneropong secara batin kekuatan tersembunyi yang dimiliki Margono sekaligus titik kelemahannya!"
Pak Kyai itu lalu melakukan ritual khusus di ruang sembahyangnya. Untuk beberapa lama Pak Kyai bertafakur tanpa ada seorang pun boleh mengganggunya. Setelah selesai dengan ritualnya, beliau kembali keluar menemui tamunya.
"Insya Allah, saya tahu kelemahan dari saudara Margono. Ilmu kebal yang dimilikinya akan sirna bila dipukul dengan daun kelor sambil membacakan doa-doa tertentu!" Ujar Pak Kyai.
"Kami pernah mencoba memukul dengan daun kelor, tapi tak mempan?"
"Dipukul pada tengkuknya, karena disanalah letak simpul syaraf yang menghubungkan antara syaraf otak dan syaraf bagian tubuh!"
"Kalau begitu cepat kita lakukan saja, Pak Kyai, sebelum kejahatan Margono semakin merajela!"
"Sebentar! Kita tidak boleh gegabah dalam mengambil tindakan. Saya tahu, Margono orang jahat dan sesat. Tapi sebelum mengambil tindakan keras padanya, kita perlu mengajaknya secara baik-baik untuk kembali pada jalan lurus. Mudah-mudahan, dengan cara halus kita bisa membawanya kembali pada jalan kebenaran!"
Apa yang dikatakan Pak Kyai benar. Kejahatan tidak harus dilawan dengan kekarasan. Maka, diantar oleh tamunya itu Pak Kyai tersebut menemui Margono. Dengan terus terang Pak Kyai mengutarakan maksud kedatangannya.
"Ingat, Nak Margono. Yang namanya perbuatan jahat kelak akan dihisab oleh Allah SWT dan akan mendapatkan ganjarannya. Sebelum segalanya terlambat, lebih baik Nak Margono tertobat dan kembali ke jalan benar. Insya Allah, jika Nak Margono bertobat nasuha segala dosa-dosa yang lalu akan diampuni Allah. Percayalah!" Demikian ajakan Pak Kyai.
Tapi ajakan kebaikan itu ditampik keras oleh Margono. Bahkan dengan kasar dia mengusir Pak Kyai. Dia mendorong tubuh Pak Kyai agar keluar dari rumahnya. Pak Kyai tak melawan. Hal ini membuat Margono semakin beringas. Dia menghajar Pak Kyai di hadapan orang-orang. Pada saat mendapat kesempatan, Pak Kyai tidak tinggal diam. Dia mengambil ranting daun kelor yang telah dipersiapkan dan membacakan doa-doa.
Sambil mengucapkan Astagfirullah dia lalu menyabetkan ranting daun kelor itu ke tengkuk Margono. Laki-laki bejat itu sempat menjerit kesaktian sebelum kemudian ambruk tak sadarkan diri.
Hampir selama dua hari Margono pingsan. Ketika siuman, keadaannya sudah berubah sertaus delapan puluh derajat. Dia menjadi lupa ingatan dan hilang seluruh kekuatan ilmu kesaktian pada dirinya.
Pak Kyai sudah berusaha meruqiahnya agar bisa dikembalikan dalam keadaan normal, tapi beliau tak sanggup. Jiwa Margono sudah terlanjur rusak oleh perbuatan jin kafir.
Begitulah. Margono akhirnya berubah menjadi tidak waras. Oleh kerabatnya dia diperlihara dan dirawat. Tapi karena sering membahayakan orang lain, dia dikurung seperti binatang. Kabar terakhir yang di dengar, dia sudah meninggal dalam keaadaan gantung diri! Naudzubillahi minzalik !


Credit:Sumber

Rabu, 8 April 2015

Kisah Misteri - Susuk Pengasih Nyai Singa Bawuk

 susuk pengasihan
 oleh: Goenawan WE
 
Dunia Seram - Media susuk pengasihan ini adalah bulu kemaluan seekor harimau. Siapa yang memasangnya, jika dia perempuan, akan menjadi banal dan hot. Berikut sebuah kisah nyata pemasang susuk karamat super langka ini….
Dulu, dia dikenal sebagai perempuan cantik penebar pesona. Namun kini dia hanya bisa berbaring lemas hampir tanpa daya. Teriakan kesaktian setiap malam memecah dari mulutnya yang kering dan kisut. Entah apa yang dirasakannya. Mungkin kesakitan, atau mungkin juga ketakutan.
Kenyataan tragis itu harus dialaminya hanya karena sewaktu muda dia tergoda memburu nafsu dan ego keduniawian. Dia rela diperbudak kekuatan gaib yang berasal dari aura harimau betina yang sedang birahi, yang sukmanya dimasuki setan betina yang harus seks.
Dia terlahir dari pasangan orang tua yang secara kebetulan memiliki kelebihan dalam bidang suprantural. Trista namanya. Sejak masih kecil kehidupannya sangat kental dengan aroma mistis, meski ayahnya yang mendalami ilmu mistik kejawen itu tidak pernah menurunkan ilmu-ilmu miliknya kepada putrinya ini.
Diusia 16 tahun, Tirsta dijodohkan dengan lelaki murid terkasih bapaknya. Sebut saja bernama Pristono. Lelaki yang sudah berusia 30 tahun ini sangat ngemong, sehingga rumah tangga mereka selama 4 tahun berjalan sangat rukun. Sayangnya, mereka tak dikaruniai keturunan. Sampai di usia 34 tahun, usia yang sangat muda, Pristono meninggal karena suatu penyakit yang disebut orang desa dengan istilah “angin duduk”.
Di usia 20 tahun, jadilah Trista hudup menjanda. Statusnya ini sering menimbulkan kondisi yang tidak enak. Daia kerap kali jadi bahan gunjingan di kampungnya. Karena janda muda dan cantik, dia juga sering jadi bahan cemburu buta para ibu di desanya.
Merasa tak tahan dengan keadaan tersebut, akhirnya Trista melangkahkan kakinya untuk merantau ke Sumatera. Dia ikut menumpang di rumah kakaknya.
Di Sumatera Trista bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sebuah keluarga kaya. Tanpa bisa dikendalikan, janda muda ini jatuh cinta pada anak majikannya. Sudah dapat dipastikan, pemuda tampan itu tak mungkin sudi  menanggapi cinta janda kembang dari desa terpencil di pelosok Jawa ini. Trista sama sekali tidak sepadan dengan dirinya.
Cinta bertepuk sebelah tangan akhirnya membawa Trista berkenalan dengan dunia mistis. Dia menemui Mbah Darto, orang sakti yang juga berasal dari Jawa dan kebetulan adalah saudara seperguruan Bapaknya Trista. Terenyuh oleh nasib yang menimpa Trista, Mbah Darto menyarankan agar janda muda ini memasang susuk bulu kemaluan harimau betina yang sedang birahi, atau dalam istilah wong Jawa disebut Susuk Pengasih Nyai Singo Bawuk. Susuk ini tingkat kesulitannya luar biasa, karena mencarinya harus menunggu saat musim kawin harimau.  Saat si raja rimba sedang melangsugkan hasrat birahinya, maka harus dibunuh. Yang betina untuk si pemasang wanita, demikian pula yang jantan untuk pemasang laki-laki.
Menurut pengakuan Nek Trista, untuk pemasangan susuk harimau birahi ini harus diambilkan bulu yang tumbuh (maaf) di kemaluan harimau tersebut, meski hanya satu helai saja. Cara pemasangannya dengan ritual yang rumit. Seteklah bulu kemaluan harimau disiapkan, maka kewanitaan Trista dibasuh dengan darah harimau. Lalu, dengan cara gaib, bulu kemaluan harimau itu dipasangkan di bagian terlarang tersebut.

Hasilnya memang luar biasa. Setelah memasang susuk keramat ini, anak majikan Trista yang tampan itu langsung bertekuk lutut di bawah kakinya.
Singkat cerita, mereka pun menikah. Trista merasa dapat menggapai keinginannya, meski sesungguhnya pernikahan itu terjadi tanpa didasari kasih sejati sebagaimana wajarnya.
Dalam rentang perjalanan waktu, karena pengaruh Susuk Pengasih Nyai Singa Bawuk, akhirnya Trista tak dapat mengendalikan nafsu birahinya. Dia telah dikuasai kekuatan gaib yang bersemayam dalam susuk tersebut. Sejak itu, mulailah badai menerjang bahtera rumah tangganya.
Setelah harta dan kejantanan suaminya habis, Trista meninggalkannya. Dia lari mengejar impiannya untuk memuaskan nafus birahinya, sekaligus mengumpulkan harta duniawi.
Trista memilih kembali ke tanah Jawa. Tapi dia berlabuh di Jakarta. Di kota ini dia semakin menjadi-jadi. Dia terjun ke dunia hitam pelacuran. Hebatnya, setiap laki-laki hidung belang yang berhubungan intim dengan dirinya pasti akan ketagihan, sehingga banyak diantara mereka yang ludes uang atau harta bendanya.
Sebenarnya, Trista bukanlah gadis yang matre. Ini semua karena pengaruh susuk harimau betina tersebut, sehingga dia menjadi liar. Dan keliarannya membutuhkan biaya yang tinggi demi memenuhi selera live stylenya yang telah berubah. Dia bukan lagi gadis kampong yang lugu dan apa adanya. Untuk semua ini, sudah tentu dia membutuhkan uang banyak.
Begitulah! Petualangan Trista baru berhenti ketika dia jatuh ke dalam pelukan seorang duda hiperseks. Jadi klop sudah mereka. Kebetulan juga lelaki bernama Harmoko ini punya kehidupan yang lumayan. Mereka menikah, dan Trista terentaskan dari lembah hitam.
Sayang, pernikahan ketiganya inipun juga tak dikaruniai anak. Di usia 50 tahun, usaha Harmoko bangkrut karena ditipu beberapa rekan bisnisnya. Akhirnya mereka jatuh miskin.
Biaya hidup di Jakarta sangat mahal. Karenanya mereka memutuskan pulang ke kampung halaman Trista di Jawa. Di tempat tinggalnya yang baru, Trista mulai tekun memperdalam ilmu klenik, dan akhirnya membawa dirinya bertemu dengan roh gaib yang bernama Nyai Pilut. Dari bisikan Nyai Pilut inilah, Trista tahu sesuatu masalah yang ditanyakan orang lain. Ya, Trista  menjadi dukun prewangan.
Tak lama kemudian, Trista cukup kondang di daerahnya. Banyak orang datang kepadanya. Merasa dendam dengan nasib buruk yang menimpa Hormoko, suaminya, yang ditipu rekan bisnisnya, maka mendorong Trista sering menipu orang yang datang padanya, dengan pembayaran yang cukup mahal. Ada-ada saja alasan yang digunakan untuk mengeruk uang pasiennya.
Karena kelewat komersil, nama Trista akhirnya redup bak ditelan malam. Menurut orang-orang dekatnya, Trista telah ditinggal pergi oleh Nyi Pilut, yang tidak suka Trista telah berubah perangai menipu orang-orang yang meminta pertolongan padanya.
Akhirnya Trista jatuh miskin lagi. Dan yang lebih mengenaskan, Harmoko terkena stroke. Lima tahun sakit akhirnya dia meninggal dunia. Trista sering merenung, sekarang dia sendiri, tak punya siapa-siapa untuk  berbagi cerita. Padahal dia benar-benar mencintai suaminya itu.
Usia Trista sekarang telah 75 tahun. Sejak Harmoko meninggal, dia memang sudah tak mau lagi bersentuhan dengan laki-laki, meski itu sangat berat. Ketuaan telah menggerogoti raganya. Dia jatuh terkulai tak berdaya.
Dalam ketidakberdayaan ini setiap malam, nenek Trista kerap berteriak-teriak kesakitan dan kadang-kadang menggeram bak seekor harimau. Oleh adik-adiknya, diusahakan cari syarat piranti gaib. Dari hasil deteksi ahli batin seorang paranormal wanita yang disapa akrab Jeng Rahayu dikatakan; “Ada 9 susuk ditubuh Mbah Trista, yang delapan saya sanggup mencabut, tapi yang satu, yang dipasang di kemaluannya, rasanya perlu waktu untuk mempelajarinya.”
Menurut Ahimsa, salah seorang adik Mbah Trista, ke-8 susuk pengasih berhasil dicabut oleh Jeng Rahayu. Untuk susuk yang satunya sedang mohon petunjuk ke Tuhan. Dua minggu kemudian, Jeng Rahayu bilang, kalau susuk itu bisa dikurangi daya gaibnya dengan Jadem Arab.
Jadem adalah tanaman semacam agave atau disebut lidah buaya, tapi yang tumbuh di gurun Arab. Entah dari mana dapatnya, sejak diberi Jadem Arab itu, teriakan Mbah Trista tak begitu memilukan. Tapi tetap saja menjerit-jerit hampir tiap malam, meski frekuensinya berkurang.
Jeng Rahayu juga bilang pada Ahimsa, Susuk Pengasih Nyai Singa Bawuk hanya dapat dihilangkan dengan darah kucing kembang talon (belang tiga) jantan dan tapelan kulitnya.
Betapa sulitnya mencari kucing kembang talon jantan, sebab kucing jantan jenis ini pasti dibunuh induknya sendiri, atau kucing dewasa lainnya bila diketahui hidup. Konon, bila sampai tumbuh dewasa ia akan menjadi rajanya kucing.
Tapi, puji syukur, Ahimsa, bisa mendapatkan kucing dimaksud meski masih anakan. Kucing mungil yang masih sangat muda itu dipotong, darahnya digunakan untuk membasuh kemaluan Trista, lalu kulitnya yang sudah diseset ditempelkan di tempat terlarang itu.
Ritual tersebut dilakukan sore hari. Menjelang tengah malam, tiba-tiba Mbah Trista menjerit sangat keras dan mengaum panjang seperti harimau. Kata Ahimsa, dari pusarnya keluar cahaya kemerahan, meluncur menembus genteng. Tak lama kemudian, Mbah Trista tertidur pulas.
Satu minggu sejak peristiwa itu, Trista tiap malam tak teriak-teriak lagi dan tak menggeram. Nenek renta itu akhirnya wafat dalam damai setelah susuk Nyi Singo Bawuk terlepas dari raganya.
Bila melihat betapa cermin hidup yang ditayangkan Misteri ini begitu memilukan, masihkan kita akan memburu piranti gaib yang hanya memberi kenikmatan semu sesaat? Setelah itu terkena laknat?
Misteri mengungkap semua ini bukan untuk membuka wacana ajakan untuk mengikuti jalan sesat tersebut. Tapi bijaklah dalam menentukan pilihan hidup.
Kisah nyata ini, dengan segala rasa hormat, penulis tidak bersedia mengungkap jati diri para pelaku peristiwa, baik Trista sekeluarga maupun Jeng Rahayu. Karena ada hubungan persahabatan yang erat diantara kami. Nama-nama pelaku disamarkan.


Credit:Sumber

Selasa, 18 November 2014

Kisah Seram - Makhluk Menjelma Sewaktu Mayat Dimandikan

 

Dunia Seram - Kisah ini berlaku di utara semenanjung Malaysia, berlaku lebih kurang 25 tahun yang lalu di awal bulan Ramadhan, pada waktu sekitar lebih kurang 11 pagi / 12 tengahari. Kisah mengenai ibu saudara saya yang meninggal dunia akibat tumpah darah sewaktu hamil selama dua atau tiga bulan tak silap saya dan dalam perjalanan pulang ke rumah menaiki motosikal bersama suaminya untuk berbuka puasa. Dia meninggal dunia kerana terpandangkan / berselisih dengan satu kemalangan yang membawa maut. Dia sempat dibawa ke Hospital berhampiran, tetapi Tuhan lebih sayangkan dia.

Selepas menunaikan solat Terawih, maka kami berlima berjumpa dengan datuk kami (yang merupakan pengamal perubatan) - dan bertanyakan beberapa soalan:-


1) Kenapa tidak dibenarkan mengadakan majlis makan / minum semasa jenazah masih berada di rumah untuk diberi penghormatan terakhir?

2) Kenapa kita mesti mandi (sebelum masuk rumah kita) apabila selesai menghadiri majlis pengkebumian?

Untuk mendapatkan jawapan tersebut & secara kebetulan ibu saudara saya akan dimandikan, dikafankan dan dikebumikan di kampung, datuk saya menyuruh saya melakukan seperti berikut:-

- Diambil kapas (orang yang akan dikafankan)
- Diambil kayu lebihan yang diketam (keranda / papan sekeping / papan penutup dimasa mayat dikebumikan)

Kedua-dua bahan tersebut dibakar & dijadikan abu & disapu pada kelopak mata dengan ayat yang dibaca (Caranya:- Ambil abu yang dibakar, gunakan ibu jari kanan disapu pada kelopak mata kiri & ibu jari kiri disapu pada kelopak mata kanan) dan dilakukan pada hari tersebut (mayat sedang dimandikan).

Kami berlima memberanikan diri melakukan perkara tersebut pada hari ibu saudara saya dimandikan. Apa yang kami lihat adalah :-

1) Makhluk yang tingginya dalam lingkungan setengah meter sedang memungut tin-tin kosong, tempurung-tempurung kelapa, bekas-bekas plastik dan sebagainya yang kotor diambil untuk menadah air mandian mayat tersebut dan disimbah / dicurah pada sekalian hadirin & hadirat yang datang. (Cuma kami berlima sahaja yang nampak - sebab dicelak dengan abu)

2) Makhluk tersebut bukanlah seorang tetapi berpuluh-puluh dan berebut-rebut antara satu sama lain menadah air mandian mayat, bukan sekadar dicurah pada tetamu tapi dicurah ke dinding rumah dan segala isi rumah (itulah sebabnya makanan & minuman tidak dihidangkan).

Kami berlima yang melihat dari jarak jauh amat ketakutan dan kehairanan dengan peristiwa itu, makhluk tersebut seakan-akan tahu perilakunya sedang diperhatikan dan mula mengejar kami. (Pesan datuk - Apabila makhluk itu perasan dirinya diperhatikan, maka dengan segera terjun ke sungai). Alhamdulillah sungai memang hampir (lebih kurang 300 meter).

Rupa makhluk tersebut:-

- Berpakaian serba hitam (jubah) yang busuk dan koyak compang-camping
- Tinggi lebih kurang setengah meter & hanya menampakkan matanya yang merah
- Berlari anak ke sana ke mari

Pesanan saya pada para pendengar:-

- Mandi dengan pakaian yang dipakai sebelum masuk ke rumah kita apabila kita selesai menghadiri upacara tersebut.
- Pada pandangan saya, iblis dan syaitan memang dirantai di bulan Ramadhan tapi makhluk tersebut tidak.

Sekian & Assalammualaikum Wbt.



Lagi Kisah Seram: Ghost Stories Club  

Khamis, 11 September 2014

Cara Mengeluarkan Susuk Dengan Cara Islami




Dunia Seram - Susuk adalah suatu cara memasukan barang biasanya logam emas , intan ke dalam jaringan dibawah kulit kita dengan tujuan untuk memperoleh kekuatan,kecantikan atau hal hal lain yang membuat penggunnaya memiliki setelah 
Benda asing tersebut umumnya berupa jarum kecil. Kelebihan yang dimaksud berupa perlindungan spiritual, penarik lawan jenis, penambah daya tarik, dan kekuatan pada fisik yang kesemuanya merupakan suatu bentuk sugesti seorang yang telah menggunakan susuk tersebut. Sebenarnya tanpa susuk pun kita dapat memperoleh kekuatan Lahir dan batin tentunya dengan menjaga kesehatan, kebersihan, dan merawat tubuh dengan ramuan supaya terlihat menarik dan harum.
 Susuk dalam Islam hukumnya haram,

Hukum Susuk Dan Jimat Dalam Islam
Penggunaan susuk adalah haram. Hanya Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Pemilik Kekuatan dan bukan dari benda maupun makhluk yang lemah seperti Jin.

Allah telah mengharamkan kesyirikan sebagaimana tertera dalam AlQuranul Karim:

An Nisaa 48yang artinya: 
"Tuhan tidak memaafkannya dan untuk terlibat memaafkan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan melibatkan Allah telah menciptakan dosa besar"


Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

Cara Mengeluarkan Susuk dari Tubuh kita
Sebuah cara termudah untuk mendapatkan keistimewaan dan kekuatan adalah memohon kepada Allah demikian juga untuk mengobati segala macam penyakit juga bermohonlah hanya kepada Allah.
Untuk mengeluarkan susuk yang tertanam dalam tubuh, anda dapat melakukannya sendiri dengan
  *   Jika memungkinkan dan tidak akan menimbulkan cedera parah, maka rajah/ sayat/ belah lah bagian pada tempat yang telah disisipkan susuk kedalamnya dan kemudian keluarkan.

   *  Jika susuk sudah larut didalam tubuh dan tidak dapat dideteksi dengan alat raba manusia, maka dapat dilakukan ruqyah (sebaiknya dilakukan sendiri untuk menghindari `aib namun dapat pula dengan mendatangkan ahli ruqyah) dengan membacakan ayat-ayat AlQuran serta dzikir dengan niat untuk mengeluarkan benda tersebut.

Jika anda fingung untuk mengeluarkan susu tersebut , bisa mendatangi tempat pemasangan susuk tersebut atau meminta bantuan pada ahlinya.

Kisah Misteri - SUSUK

 
Sekilas tentang susuk
 
Dunia Seram - Susuk memang controversial, sebetulnya apa dan bagaimana susuk itu
sesungguhnya. Perbuatan susuk ialah memasukkan sesuatu bahan kedalam badan untuk mendapatkan sesuatu kelebihan dan menutupi kekurangan.
 
Pelbagai jenis bahan bias digunakan, bergantung kepada apakah keinginan pengguna. Pemakai susuk biasanya mempunyai beberapa pantangan seperti tidak boleh memakan beberapa bahan tertentu seperti pisang tanduk, pisang emas, tidak boleh melintas di bawah tali jemuran dan lain-lain, bergantung kepada jenis susuk yang dipakainya.
Terdapat pelbagai jenis susuk yang umum digunakan:-
  • Susuk Emas
  • Susuk Perak
  • Susuk Besi /baja
  • Susuk Raksa
  • Susuk Berlian
  • Susuk intan
  • Susuk mutiara
  • Susuk gotri/pelor
  • Susuk gabah ketan/beras
  • Susuk galih kayu
  • Susuk dari bagian tertentu hewan
  • Dll, sebagai inovasi dan penemuan/penciptaan kreasi baru.
Manfaat
- Pemakai susuk percaya bahwa susuk itu akan membantu mereka menjadi
bertambah cantik, bertambah berani, semakin dikasih, semakin manis, dan lain-lain menurut susuk yang dipakai.
- Susuk sama halnya seperti pada pusaka2 bertuah, yang dapat memberikan pengaruh tertentu kepada pemiliknya, sehingga memakai susuk kurang lebih sama seperti pada tuah kepemilikan pusaka.
- Dahulu, susuk kebanyakan dipakai putera-puteri bangsawan untuk meningkatkan pamor mereka pada kalangan tertentu. Sehingga awal pengetahuan susuk adalah hal yang sangat rahasia sekali untuk konsumsi exclusive.
- Susuk mampu menutup kekurangan pada tubuh kita tanpa merobah fisiknya.
Bahkan dibuktikan sesuatu kelemahan penampilan organ tubuh yang misalnya cacat, malah dengan susuk dapat dibuat menjadi sangat menarik. Kekurangan berobah menjadi kelebihan.
- Susuk, mampu menimbulkan semangat kembali di kalangan suami isteri yang sudah tak bergairah, sehingga mampu mencegah perselingkuhan.
- Susuk mampu mengobati masalah frigiditas / rasa dingin dan hilang nafsu seksual pada seorang wanita.
- Susuk dengan cara tertentu juga mampu mengatasi masalah impotensi bagi pria
- Susuk juga mampu membuat penampilan kulit menjadi lebih elastis dan mencegah penuaan, keriput, dan kelemahan tulang.
- Peletakan susuk secara professional sama halnya seperti pada praktek akupuntur, yaitu sebagai support penyelarasan energi penyembuhan dan kekuatan kaitannya dengan pusat –pusat energi pada tubuh. Teknik susuk sebenarnya adalah subfokus dari pengetahuan tentang refleksi dan akupuntur.
- Disamping manfaat untuk kewibawaan, dan juga kesaktian/kekebalan, susuk mampu juga untuk membuka mata ketiga, sehingga dapat melihat hal-hal yang kasat mata.
Kelemahan
- Pemakai susuk terpaksa mematuhi pantang-larang tertentu. Jika terlanggar
pantangan, susuk itu akan keluar dengan sendirinya dan menjadi tawar.
- Susuk ini terpaksa dibuang, sebaiknya oleh yang memakaikan susuk, ataupun
melalui cara yang di ajari.
Larangan
Antara makanan yang menjadi pantangan pemakai susuk (bergantung kepada jenis susuk.)
  • Labu air
  • Pisang Tanduk
  • Pisang emas
  • Sate tusuk
  • Jantung pisang.
  • Dll, sesuai petunjuk yg memasang.
Antara perbuatan yang menjadi pantangan pemakai susuk (bergantung kepada jenis susuk.)
  • Melalui bawah tali jemuran pakaian
  • Melalui di bawah tangga/rumah
  • Melalui di bawah pohon kelor
  • Di lempar bantal
  • Minum air penawar.
Pemasangan Susuk.
Ada beberapa cara pemasangan susuk secara umumnya dan secara khusus
  • Pertama, dengan cara disusukkan / ditanam pada bagian tubuh tertentu.
  • Kedua, dengan cara di loloh, yakni ditelankan atau diminum.
  • Ketiga ada pula dengan cara gaib, yakni piranti2 susuk masuk secara gaib dan misterius kebagian tubuh yang diinginkan. Hal ini hanya dapat dilaksanakan oleh mereka2 yg telah mumpuni benar dalam bidang susuk. Praktek ini sudah mirip seperti melaksanakan santet.
  • Keempat dengan cara dilamurkan / dilulurkan Hal ini ialah menggunakan sarana serbuk / bubukan emas, intan, berlian, mutiara, dlsb.


Lokasi pemasangan Susuk.
- Diantara dua alis mata
- Pada pipi wajah
- Dagu/ sudut bibir
- Tengkuk
- Bawah dada kanan-kiri / payudara.
- Punggung kanan-kiri
- Pinggul kanan-kiri
- Lengan kanan-kiri
- Telapak tangan kanan-kiri
- Bawah pusar
- Kemaluan
- Paha kanan-kiri
- Betis kanan-kiri
Budaya Susuk
Selama ini kita mengenal budaya susuk hanyalah popular di tanah Jawa saja,
Padahal didaerah lainpun juga sangat mengenal budaya ini.
Susuk dikalangan suku melayu.
Etnis melayu dahulu, menggunakan susuk dari bahan rempah2 dan bunga2an
Suatu contoh yakni; merica, ketumbar, bawang, bunga kenanga, melati, mawar,dll
Bahkan kalangan suku melayu di Medan sangat mengenal dengan sarana pekasih susuk air emas, yang termasuk dari bagian susuk cair untuk lamuran.
Susuk di Kalimantan
Banyak rumah2 adat atau rumah-rumah kebesaran, tiang pasak rumahnya disusuk dengan menggunakan intan. Hal ini diyakini untuk menguatkan daya tahan rumah, dan menimbulkan kesan damai dan nyaman / sejuk pada penghuni rumah. Demikian juga dengan tempat2 perniagaan, kebanyakan disusuk emas pada lokasi pintu masuknya.
Susuk di Indonesia bagian timur
Kita pernah mendengar tentang mutiara hitam. Mutiara hitam ini jika dijadikan serbuk dan bubuk lalu ditelan, diyakini mampu untuk mengembalikan dan menaikkan kejantanan seorang laki-laki. Dengan kata lain sebagai sarana pengobatan impotensi dan atau lemah syahwat.
 

Rabu, 16 Julai 2014

Kisah Nyata - Kisah Perjuangan Keluargaku Melawan Santet


Dunia Seram -
Sebutlah namaku Bagas, itu adalah nama yang diberikan oleh seseorang yang sudahku anggap kakekku sendiri, aku tinggal bersama keluargaku di sebuah komplek militer. di salah  satu kota di  jawa  barat,  aku adalah anak  pertama  dan  satu-satunya di keluarga  kami, sedari  kecil kedua  orang tuaku mengajariku  hidup mandiri, dan akupun menjalani  hidup yang tidak mudah. kaerena  ayahku  adalah  seorang  prajurit,  dan akupun sering  di tinggal  oleh  beliau  apabila  sedang  mendapat  tugas  dari  negara. Adapun ibuku adalah  seorang guru honorer yang gajinya pun tidak  seberapa.

Memang kala itu pangkat seorang prajurit terbilang cepat namun dengan gaji yang pas-pasan pula sehingga belum bisa mencukupi kebutuhan keluargaku, ada sebuah kisah unik yang  masih aku ingat sampai sekarang ketika  aku  masih  duduk  di  bangku SD  ada  seorang  tetanggaku berkata "nak  kamu  kok kecil-kecil  sudah  puasa  mutih",  lantas  akupun  tersenyum  dan  menjelaskan  bahwa aku tidak  punya  uang  untuk  membeli  lauk-  pauk. lambat laun akhirnya keberuntungan menghampiri keluarga kami. 

Berawal  dari  sebuah  tawaran  dari  salah  seorang tetangga kami  yang  memang  dekat  dengan  keluar kami  yang menawarkan untuk pindah dan menempati rumah  mereka,  orangtuaku  pun  menyambut dengan gembira dan tidak menyi-nyiakan kesempatan tersebut. Walaupun uang  kami  kurang,  namun  alhamdulilah mereka  tetap  mau menerimanya  sedang  sisa  uangnya  bisa  dicicil,  syukur  alhamdulilah  selain  rumah  baru yang  kami  tempati  itu  lebih nyaman  dan  lebih  besar  tentunya  serta  fasilitasnya pun lebih baik  dari  rumah  kami yang  yang  sebelumnya.

Di  rumah  baru  kami  aura  keberuntungan begitu  kental  terasa, sehingga  sedikit  demi  sedikit  kami  sekeluarga  mulai mampu menta perekonomian kami seiring dengan membaiknya pula perekonomian  di  negeri  ini.  akhirnya  kami  memiliki  modal  yang  cukup  untuk membuka  tmpat usaha, berawal  dari  kios  kecil-kecilan,  berkembang  menjadi  sebuah  toko  yang  menyediakan  berbagai  kebutuhan  pokok. Sehingga kami dapat meraup keuntungan  yang  besar,  dan  kami pun  dapat  membeli motor dan  sebuah  mobil  yang  lumayan bagus. Tiada  kata  terucap  selain  syukur  alhamdulilah  puji syukur  kehadirat  allah SWT uang telah  memberikan  karuniaNya  yang  besar  kepada keluarga  kami ini.

Namun  Allah  menguji  kami dimana cobaan  itu  datang menghampiri  keluarga  kami,  berawal  dari  ayahku  yang  tiba-tiba  saja  menderita penyakit yang  bisa  dibilang  aneh  dan  mungkin  tdak  ada  dalam  dunia  medis.  Ayahku  tiba-tiba saja merintih  kesakitan  pada  bagian  kepalanya, setelah  kami  cek-up  ke  dokter pun  anehnya dokter  tidak  menemukan  suatu  gejala  penyakit,  namun  disarankan  untuk  banyak beristirahat dan  minum  obat  sesuai  anjuran  dokter. 

Mungkin  hasil  diagnosa  menyebutkan ayahku  hanya  mengalami  stres  ringan  namun  ibuku  merasa  ada  suatu  hal yang tidak beres  dan  janggal  dengan  penyakit ayahku  itu,  dikarenakan  penyakit  ayahku semakin menjadi-jadi saja dari hari ke hari. Bayangkan  saja keringat  mengucur deras  dari kepala ayahku  sampai-sampai  kain  untuk  mengelap keringat  ayahku bisa diperas dan memenuhi satu ember kecil, aku dan ibuku berpikir mungkin ini ujian dari allah untuk keluarga kami supaya tidak lupa akan nikmat-NYA, namun kita sebagai umat-NYA tentu harus berikhtiar dan minta petunjuk dari-NYA, ibuku dan kawannya mulai mencari kesana kemari obat untuk kesembuhan ayahku mulai dari dokter, paranormal, hingga tabib namun hasilnya tetap saja nihil.

Ada yang aneh lagi sejak ayahku terbaring sakit, rumah baru kami seperti memiliki hawa yang teramat panas sehingga pembawaanya selalu tidak betah di rumah dan yang lebih aneh lagi ada ruang tamu kami apabila subuh selalu berantakan padahal di rumah kami tidak ada tikusnya. dan semenjak kejadian yang menimpa keluarga kami banyak diantara tetangga kami yang sepertinya enggan bersosialisasi dengan kami bahkan ada rumor yang beredar bahwa kami memiliki pesugihan atau apalah namanya yang datangnya entah dari mana. kami pun tidak terlalu ambil pusing dengan beredarnya rumor tersebut, yang terpenting adalah kami hanya percaya akan segala kekuasaan-NYA. dan hanya allah jualahyang Maha tahu siapa yang benar.

Sampai suatu ketika ayahku teman kantor ibuku mengajak ke rumah seorang pinisepuh yang rumahnya berada di suatu kebupaten di jawa barat. Setalah berbasa-basi sebentar, ibuku menceritakan semua masalahnya dan menceritakan semua masalahnya dan menceritakan tentang keadaan keluarga kami khususnya keadaan ayahku yang waktu terbaring lemah tak berdaya

Akhirnya stelah dari kediaman beliau, dan berbekal air serta menyan yang di ambil langsung dari pohonnya serta telah di beri doa-doa khusus, ibuku lantas bergegas dan pulang untuk memberikanya kepada ayahku. ayahku  ang sedang terbaring lemah itu seketika sadar dan seolah tidak pernah terjadi apa- apa terhadap ayahku. Ya! beliau sehat seperti sedia kala, sambil berurai air matai buku mengucap syukur alhamdulilah sembari memeluk ayahku, akupun terharu dan tidak kuat menahan air mata ini.

Setelah itu ibuku mengajakku ke ruang tamu, setengah berbisik beliau berkata "nak ayahmu kena santet!". Aku pun tersentak kaget dan seolah tak mempecayai kenyataan tesebut, di karenakan aku yang pada saat itu masih amat belia untuk mencernanya secara akal, lagipula kata santet sepengetahuanku hanya ada di sinetron saja, rupanya adalah sebuah kisah nyata sekaligus pahit untuk keluarga kami alami. Namun setelah mengingat-ingat apa yang telah terjadi pada pada ayahku,aku pun berusaha untuk mempercayainya. Walau tak masuk akal, rupanya kejadian tersebut baru awalnya saja, berbagai kejadian yang lebih aneh lagi datang, kami sekeluarga sering mendengar suara-suara yang entah dari mana asalnya, ada juga pelangganku yang berkata bahwa warung kami terlihat tutup. ibuku tentu saja kaget mendengarnya karena toko kami selalu buka dan tidak pernah tutup selama beberapa hari ini.

Ibuku bergumam "pantas saja ndak ada yang beli ya nak..." tutur beliau yang sepertinya sudah lelah dengan semua hal ini,berbagai benda asing juga sering kami temukan di area rumah kami, mulai dari kembang setaman, air comberan, sampai tanah kuburan. Untuk yang satu itu lebih sering di buang didepan toko kami, sehingga memberi kesan angker dan tak nyaman terlebih lagi banyak dedemit yang sering mampir ke rumah kami dan betah berlama-lama di depan warung kami yang mungkin mirip dengan rumah mereka? atau ada yang sengaja mengirim mereka? entahlah, ibuku juga tidak terlalu mengambil pusing akan hal tersebut. yang penting makhluk tersebut tidak mengganggu.

Namun tetap saja yang namanya tamu tak di undang dan berlainan alam pastinya memberi efek yang ‘berbeda’ tentunya dan memberi kesan tak nyaman bagi para pelanggan kami. sehingga kami harus mengusirnya dan memagari tentunya dengan pagar gaib, dulu ada seorang paranormal dengan setengah bercanda berkata kepada ibuku "bu, kok seneng miara dedemit sih?", ibuku sembari tersenyum kecut bilang bahwa itu adalah ulah seseorang yang yang tidak suka dengan kesuksesan keluarga kami, lalu paranormal itu menawarkan untuk membantu keluarga kami, namun dengan secara halus ibuku menolaknya dikarenakan tidak mau banyak melibatkan orang dalam urusan kami. asal tahu saja di komplek kami ini, dulunya adalah sebuah hutan belantara, selain itu banyak tempat angker yang tentunya banyak "penghuninya", serta mau di ajak berkolaborasi tentang hal duniawi yang dengan manusia yang tersesat imannya, dan juga sudah bukan hal yang aneh apabila warung kami dulunya sebelum di pagar secara gaib, sering kehilanggan beberapa lembar uang yang di lakukan oleh tuyul yang memang sengaja ada yang memeliharanya. bahkan, ibuku sering memergoki babi jadi jadian atau biasa, disebut babi ngepet yang apabila  babi itu mengesekan tubuhnya maka secara gaib uang yang ada di dalam rumah menjadi sasarannya akan raib secara nisterius.

Mungkin saking dongkolnya dengan berbagai kiriman berwujud gaib tersebut ibuku berkata "Nak,ibu heran tuh sama orang yang telah buat kita kaya gini,terus uangnya dapat dari mana ya?masa dalam sebelan udah lebih dari enam kali dia ngasih "kiriman" akupun tidak bisa berkomentar apa-apa selain hanya menyuruh ibuku untuk bersabar walau sebenarnya kesabaran kami semua sudah melebihi batas.

Ibuku memang memliki indra ke enam setelah beliau mengalami mati suri waktu jaman SMA,dan penyebabnya karena ada yang menumbalkan ibuku,namun akhirnya nyawanya dapat tertolong berkat salah seorang tetangganya yang memiliki kemampuan linuwih dan lucunya masih menurut ibuku nyawa beliau dapat tertolong setelah di paksa memakan es lilin dan sebuah pisang sungguh aneh memang namun itulah kenyataanya,dan sepertinya kata SANTET sepertinya sudah tidak asing bagi keluarga ibuku. 

Kami pun berkali-kali mendapat teror selama bertahun-tahun, dan yang sering kena adalah ayahku, sedang aku alhamdulilah tidak pernah kena dan semoga saja tidak akan. Namun ibuku pernah mengalaminya sekali, pada bagian lengan kanannya terasa ngilu, rupanya setelah di obati di temukan puluhan jarum. Pelet pun pernah mengenai beliau, yang secara sengaja dikirimkan oleh seorang juniornya, yang pernah jatuh hati pada ibuku tapi akhirnya ayahkulah yang mendapat cinta ibuku.

Bisa di bilang ibuku adalah kembang desa pada waktu itu, bayangkan saja sekarang beliau sudah berumur 46 tahun namun nampak seperti umur 25/30 tahun. menurut sesepuh yang kini menjadi guru kami berdua ini, hal itu di karenakan ibuku masih keturunan dari Panembahan Senopati danang sutawijaya, dan menurunkan seorang keturunanya seorang kuwu yang bernama mbah kuwu Tondonegoro yang sekarang pusaranya berada di Magetan, jawa timur. yang merupakan kakek buyut dari ibuku dan sekarang selalu mendampingi ibuku kemana pun beliau pergi. dan, ibuku juga didampingi pula oleh mbah joyo pelet, yang merupakan kakek dari pihak ibu.

Setelah para karuhun dari pihak ibu menjaga beliau, lambat laun keadaan jadi berubah, dan dengan asma pamalik, sebut saja begitu yang di ajarkan oleh guruku, mampu membalikan serangan pelet yang sengaja di lancarkan oleh junior ibuku itu dan berbalik menyerangnya  sehingga dia menjadi stres, menurut beliau orang itu sekarang adalah seorang anggota polisi berpangkat perwira dan berdinas di jakarta.

Memang menurut akal sehat kita hal yang di alami keluarga kami memang tidak masuk akal namun itulah kenyataan yang kami hadapi walau hal itu muskil dan bukan konsumsi akal sehat manusia normal, terlebih ketika berita duka menghampiri keluarga kami, ada sepuluh orang anggota keluarga kami yang berpulang ke hadiratNYA. menurut pandangan batin ibuku dan guruku dua diantara mereka meninggal secara tidak wajar. itu disebabkan karena ulah koleganya di kantor mereka, ayahku pun entah untuk ke berapa kalinya terkena lagi, pertama, pada sekujur tubuhnya di pasang secara gaib, berupa pasak yang sengaja di pasang oleh pelaku, supaya ayahku apabila mengendarai mobil mengalami kecelakaan. sungguh bejat!, makiku saat itu.

Pernah suatu ketika aku pun memiliki niat iblis untuk membalas perbuatan si pelaku, namun langsung di cegah oleh guruku dan ibuku. karena apabila aku melakukan niat jahatku itu maka aku sama halnya dengan pelaku. menurut beliau, biarlah azab allah yang membalas apa yang di perbuat oleh si pelaku. Sepengetahuan kami sekeluarga,  pelaku penyantetan tiada lain adalah tetanggaku sendiri yang memang sudah dirasuki oleh anak cucu iblis dan lebih parahnya lagi dia menjadi anggota DKM (dewan kemakmuran masjid) dan sering menjadi muadzin di mesjid yang berada di lingkungan kami. Sungguh tak tahu malu seakan perbuataan yang selama ini dia lakukan tidak menuai dosa, demi Allah beserta segala keagunganNYA, aku tidak berbohong. Apabila aku mengingat kejadian yang dulu pernah kami sekeluarga alami serasa aku mau muntah, apalagi mengingat perbuatannya dan kedok yang selama ini dia kenakan. "Dasar sok alim", makiku.

Selepas lulus dari SMA, ayahku lagi-lagi terkena santet dan lebih ganas lagu serta lebih sadis dari kejadian sebelumnya, perut ayahku tiba-tiba saja membengkak seperti orang yang hamil tujuh bulan. setelah melakukan kontempelasi sejenak guruku berujar, "Wah, nak yang begini harus segera di obati, kalau tidak segera di obati bisa berbahaya nantinya", akupun lantas sesegera mungkin membawa ayahku ke rumah guruku yang juga adalah seorang keturunan dari seorang patih dari zaman majapahit itu. Setelah dilakukan pengobatan pada diri ayahku secara bertahap, di ketemukan sejenis kawat sejenis kawat berduri dan benang lalu pecahan kaca dan masih banyak lagi benda-benda asing yang seharusnya tidak berada dalam perut manusia.

Menurut ayahku perutnya serasa terbakar dan amat susah untuk di gerakan dan menurut guruku, santet itu berasal dari daerah pedalaman di jawa barat, mungkin karena kasihan melihat keadaan keluarga kami yang seperti ini ,para leluhurku memberikan zimat untuk menjaga diri dari serangan pihak-pihak yang berusaha membinasakan keluarga kami, dan sekarang becokol dua keris gaib yang ada di tubuhku dan lafadz Muhammad di dadaku dan satu mustika pemberian dari ibu Ratu kidul yang kini ada di keningku.

Ibuku juga mendapatkan hal yang serupa, di tambah dengan mustika dari mbah kuwu tondonegoro, ayahkuku pun mendapat juga benda gaib itu, menurut guruku yang juga ikut andil dalam proses memasukan piandel gaib itu, menyarankan supaya memperbanyak ibadah dan memohon selalu perlindunganNYA dan tidak terlalu mendewakan piandel serta menyarankan untuk selalu mewiridkan kalimah suci "Lailaha illa anta subhanaka inni kungtu minadzalimin", sebanyak tujuh kali sebelum tidur dan membaca Ayatul Qursyi tiga atau tujuh kali, supaya kita selalu dalam lindunganNYA.

Beliau juga menyarankan untuk selalu membaca asma pamalik agar kami di jauhkan dari segala macam marabahaya. baik itu berasal dari makhluk gaib ataupun manusia, dan beliau juga berpesan untuk tidak memberi tahukan amalan tersebut kepada orang lain, takutnya nanti di salahkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Memang sungguh luar biasa amalan ini, bayangkan saja, orang yang tadinya benci sekalipun setelah dibacakan asma ini tiba-tiba saja menjadi suka dan iba. serta mampu membalikan santet dan pelet langsung kepada pemiliknya. Ibuku juga menggunakan asma ini untuk membalikan serangan pelet  kepada orang yang dulu memeletnya, dan sekarang ilmu orang tersebut telah hilang dan apabila di gabungkan dengan Salawat Nariyah sebanyak sebelas kali maka namanya berubah menjadi asma jamparing, yang artinya "panah", yang menurut beliau bisa di pakai memelet orang atau pun lawan jenis yang menjadi sasaranya hanya dalam hitungan menit saja.

Pantas saja guruku begitu mewanti-wanti untuk menjaga rahasia ini sampai kapan pun terlebih lagi apabila di lambari dengan asma Syaiful jabar mungkin yang hanya sanggup menetralisir hanya zuriah dan kanjeng nabi saja. Mungkin hal ini yang menyebabkan mengapa sangat berbahaya apabila jatuh ke tangan yang salah. Selain itu beliau menggungkapkan bahwa santet yang selam ini dilancarkan berasal dari berbagai daerah, seperti Banten, cisewu, cidaun, cidamar, cirebon, sampai ujung pandang. Namun syukur alhamdulilah sampai detik ini kami sekeluarga dalam keadaan bai-baik saja.

Adapun si penyantet yang tiada lain adalah tetengga kami yang berinisial "Y" itu sudah dua kali terserang penyakit malaria, mungkin saja itus alah satu azab Allah untuknya di dunia, kita tidak menaruh dendam, mungkin karena sudah keseringan. Malah kami berdoa semoga dia mendapat hidayah dariNYA, semoga saja kisah nyata  perjalanan hidup keluarga kami ini dapat di ambil hikmahnya, dan yakinlah pada diri kita sendiri bahwa segala kemungkaran dan kejahatan baik itu datangnya manusia ataupun makhlik Allah yang lain, pasti dapat kita atasi selama kita mau berikhtiar dan selalu minta petunjuk dariNYA karena kepadaNYA lah kita akan kembali.



Sumber

Sabtu, 10 Mei 2014

Susuk Pengasih Nyai Singa Bawuk

susuk pengasihan
ilustrasi
(oleh: Goenawan WE)

Media susuk pengasihan ini adalah bulu kemaluan seekor harimau. Siapa yang memasangnya, jika dia perempuan, akan menjadi banal dan hot. Berikut sebuah kisah nyata pemasang susuk karamat super langka ini….
Dulu, dia dikenal sebagai perempuan cantik penebar pesona. Namun kini dia hanya bisa berbaring lemas hampir tanpa daya. Teriakan kesaktian setiap malam memecah dari mulutnya yang kering dan kisut. Entah apa yang dirasakannya. Mungkin kesakitan, atau mungkin juga ketakutan.
Kenyataan tragis itu harus dialaminya hanya karena sewaktu muda dia tergoda memburu nafsu dan ego keduniawian. Dia rela diperbudak kekuatan gaib yang berasal dari aura harimau betina yang sedang birahi, yang sukmanya dimasuki setan betina yang harus seks.
Dia terlahir dari pasangan orang tua yang secara kebetulan memiliki kelebihan dalam bidang suprantural. Trista namanya. Sejak masih kecil kehidupannya sangat kental dengan aroma mistis, meski ayahnya yang mendalami ilmu mistik kejawen itu tidak pernah menurunkan ilmu-ilmu miliknya kepada putrinya ini.
Diusia 16 tahun, Tirsta dijodohkan dengan lelaki murid terkasih bapaknya. Sebut saja bernama Pristono. Lelaki yang sudah berusia 30 tahun ini sangat ngemong, sehingga rumah tangga mereka selama 4 tahun berjalan sangat rukun. Sayangnya, mereka tak dikaruniai keturunan. Sampai di usia 34 tahun, usia yang sangat muda, Pristono meninggal karena suatu penyakit yang disebut orang desa dengan istilah “angin duduk”.
Di usia 20 tahun, jadilah Trista hudup menjanda. Statusnya ini sering menimbulkan kondisi yang tidak enak. Daia kerap kali jadi bahan gunjingan di kampungnya. Karena janda muda dan cantik, dia juga sering jadi bahan cemburu buta para ibu di desanya.
Merasa tak tahan dengan keadaan tersebut, akhirnya Trista melangkahkan kakinya untuk merantau ke Sumatera. Dia ikut menumpang di rumah kakaknya.
Di Sumatera Trista bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sebuah keluarga kaya. Tanpa bisa dikendalikan, janda muda ini jatuh cinta pada anak majikannya. Sudah dapat dipastikan, pemuda tampan itu tak mungkin sudi  menanggapi cinta janda kembang dari desa terpencil di pelosok Jawa ini. Trista sama sekali tidak sepadan dengan dirinya.
Cinta bertepuk sebelah tangan akhirnya membawa Trista berkenalan dengan dunia mistis. Dia menemui Mbah Darto, orang sakti yang juga berasal dari Jawa dan kebetulan adalah saudara seperguruan Bapaknya Trista. Terenyuh oleh nasib yang menimpa Trista, Mbah Darto menyarankan agar janda muda ini memasang susuk bulu kemaluan harimau betina yang sedang birahi, atau dalam istilah wong Jawa disebut Susuk Pengasih Nyai Singo Bawuk. Susuk ini tingkat kesulitannya luar biasa, karena mencarinya harus menunggu saat musim kawin harimau.  Saat si raja rimba sedang melangsugkan hasrat birahinya, maka harus dibunuh. Yang betina untuk si pemasang wanita, demikian pula yang jantan untuk pemasang laki-laki.
Menurut pengakuan Nek Trista, untuk pemasangan susuk harimau birahi ini harus diambilkan bulu yang tumbuh (maaf) di kemaluan harimau tersebut, meski hanya satu helai saja. Cara pemasangannya dengan ritual yang rumit. Seteklah bulu kemaluan harimau disiapkan, maka kewanitaan Trista dibasuh dengan darah harimau. Lalu, dengan cara gaib, bulu kemaluan harimau itu dipasangkan di bagian terlarang tersebut.

Hasilnya memang luar biasa. Setelah memasang susuk keramat ini, anak majikan Trista yang tampan itu langsung bertekuk lutut di bawah kakinya.
Singkat cerita, mereka pun menikah. Trista merasa dapat menggapai keinginannya, meski sesungguhnya pernikahan itu terjadi tanpa didasari kasih sejati sebagaimana wajarnya.
Dalam rentang perjalanan waktu, karena pengaruh Susuk Pengasih Nyai Singa Bawuk, akhirnya Trista tak dapat mengendalikan nafsu birahinya. Dia telah dikuasai kekuatan gaib yang bersemayam dalam susuk tersebut. Sejak itu, mulailah badai menerjang bahtera rumah tangganya.
Setelah harta dan kejantanan suaminya habis, Trista meninggalkannya. Dia lari mengejar impiannya untuk memuaskan nafus birahinya, sekaligus mengumpulkan harta duniawi.
Trista memilih kembali ke tanah Jawa. Tapi dia berlabuh di Jakarta. Di kota ini dia semakin menjadi-jadi. Dia terjun ke dunia hitam pelacuran. Hebatnya, setiap laki-laki hidung belang yang berhubungan intim dengan dirinya pasti akan ketagihan, sehingga banyak diantara mereka yang ludes uang atau harta bendanya.
Sebenarnya, Trista bukanlah gadis yang matre. Ini semua karena pengaruh susuk harimau betina tersebut, sehingga dia menjadi liar. Dan keliarannya membutuhkan biaya yang tinggi demi memenuhi selera live stylenya yang telah berubah. Dia bukan lagi gadis kampong yang lugu dan apa adanya. Untuk semua ini, sudah tentu dia membutuhkan uang banyak.
Begitulah! Petualangan Trista baru berhenti ketika dia jatuh ke dalam pelukan seorang duda hiperseks. Jadi klop sudah mereka. Kebetulan juga lelaki bernama Harmoko ini punya kehidupan yang lumayan. Mereka menikah, dan Trista terentaskan dari lembah hitam.
Sayang, pernikahan ketiganya inipun juga tak dikaruniai anak. Di usia 50 tahun, usaha Harmoko bangkrut karena ditipu beberapa rekan bisnisnya. Akhirnya mereka jatuh miskin.
Biaya hidup di Jakarta sangat mahal. Karenanya mereka memutuskan pulang ke kampung halaman Trista di Jawa. Di tempat tinggalnya yang baru, Trista mulai tekun memperdalam ilmu klenik, dan akhirnya membawa dirinya bertemu dengan roh gaib yang bernama Nyai Pilut. Dari bisikan Nyai Pilut inilah, Trista tahu sesuatu masalah yang ditanyakan orang lain. Ya, Trista  menjadi dukun prewangan.
Tak lama kemudian, Trista cukup kondang di daerahnya. Banyak orang datang kepadanya. Merasa dendam dengan nasib buruk yang menimpa Hormoko, suaminya, yang ditipu rekan bisnisnya, maka mendorong Trista sering menipu orang yang datang padanya, dengan pembayaran yang cukup mahal. Ada-ada saja alasan yang digunakan untuk mengeruk uang pasiennya.
Karena kelewat komersil, nama Trista akhirnya redup bak ditelan malam. Menurut orang-orang dekatnya, Trista telah ditinggal pergi oleh Nyi Pilut, yang tidak suka Trista telah berubah perangai menipu orang-orang yang meminta pertolongan padanya.
Akhirnya Trista jatuh miskin lagi. Dan yang lebih mengenaskan, Harmoko terkena stroke. Lima tahun sakit akhirnya dia meninggal dunia. Trista sering merenung, sekarang dia sendiri, tak punya siapa-siapa untuk  berbagi cerita. Padahal dia benar-benar mencintai suaminya itu.
Usia Trista sekarang telah 75 tahun. Sejak Harmoko meninggal, dia memang sudah tak mau lagi bersentuhan dengan laki-laki, meski itu sangat berat. Ketuaan telah menggerogoti raganya. Dia jatuh terkulai tak berdaya.
Dalam ketidakberdayaan ini setiap malam, nenek Trista kerap berteriak-teriak kesakitan dan kadang-kadang menggeram bak seekor harimau. Oleh adik-adiknya, diusahakan cari syarat piranti gaib. Dari hasil deteksi ahli batin seorang paranormal wanita yang disapa akrab Jeng Rahayu dikatakan; “Ada 9 susuk ditubuh Mbah Trista, yang delapan saya sanggup mencabut, tapi yang satu, yang dipasang di kemaluannya, rasanya perlu waktu untuk mempelajarinya.”
Menurut Ahimsa, salah seorang adik Mbah Trista, ke-8 susuk pengasih berhasil dicabut oleh Jeng Rahayu. Untuk susuk yang satunya sedang mohon petunjuk ke Tuhan. Dua minggu kemudian, Jeng Rahayu bilang, kalau susuk itu bisa dikurangi daya gaibnya dengan Jadem Arab.
Jadem adalah tanaman semacam agave atau disebut lidah buaya, tapi yang tumbuh di gurun Arab. Entah dari mana dapatnya, sejak diberi Jadem Arab itu, teriakan Mbah Trista tak begitu memilukan. Tapi tetap saja menjerit-jerit hampir tiap malam, meski frekuensinya berkurang.
Jeng Rahayu juga bilang pada Ahimsa, Susuk Pengasih Nyai Singa Bawuk hanya dapat dihilangkan dengan darah kucing kembang talon (belang tiga) jantan dan tapelan kulitnya.
Betapa sulitnya mencari kucing kembang talon jantan, sebab kucing jantan jenis ini pasti dibunuh induknya sendiri, atau kucing dewasa lainnya bila diketahui hidup. Konon, bila sampai tumbuh dewasa ia akan menjadi rajanya kucing.
Tapi, puji syukur, Ahimsa, bisa mendapatkan kucing dimaksud meski masih anakan. Kucing mungil yang masih sangat muda itu dipotong, darahnya digunakan untuk membasuh kemaluan Trista, lalu kulitnya yang sudah diseset ditempelkan di tempat terlarang itu.
Ritual tersebut dilakukan sore hari. Menjelang tengah malam, tiba-tiba Mbah Trista menjerit sangat keras dan mengaum panjang seperti harimau. Kata Ahimsa, dari pusarnya keluar cahaya kemerahan, meluncur menembus genteng. Tak lama kemudian, Mbah Trista tertidur pulas.
Satu minggu sejak peristiwa itu, Trista tiap malam tak teriak-teriak lagi dan tak menggeram. Nenek renta itu akhirnya wafat dalam damai setelah susuk Nyi Singo Bawuk terlepas dari raganya.
Bila melihat betapa cermin hidup yang ditayangkan Misteri ini begitu memilukan, masihkan kita akan memburu piranti gaib yang hanya memberi kenikmatan semu sesaat? Setelah itu terkena laknat?
Misteri mengungkap semua ini bukan untuk membuka wacana ajakan untuk mengikuti jalan sesat tersebut. Tapi bijaklah dalam menentukan pilihan hidup.
Kisah nyata ini, dengan segala rasa hormat, penulis tidak bersedia mengungkap jati diri para pelaku peristiwa, baik Trista sekeluarga maupun Jeng Rahayu. Karena ada hubungan persahabatan yang erat diantara kami. Nama-nama pelaku disamarkan.



Sumber